#batubara#keretaapi

Perlintasan Rel Kereta Api di Bandar Lampung Rawan Makan Korban

( kata)
Perlintasan Rel Kereta Api di Bandar Lampung Rawan Makan Korban
Perlintasan KA tanpa palang pintu di Lampura perlu mendapatkan perhatian khusus karena membahayakan keselematan warga. Lampost.co/Fajar Nofitra


Bandar Lampung (Lampost.co) -- PT. Bukit Asam dituntut untuk mengeluarkan dana kompensasi kepada pemerintah Kota Bandar Lampung atas intensitas tinggi kereta api Babaranjang yang mengangkut batu bara dengan melintasi area perkotaan.

Selain mengganggu aktivitas warga Bandar Lampung, sudah banyak yang menjadi korban di area perlintasan rel kereta api. Berikut data yang dihimpun Lampost.co data kecelakaan di perlintasan rel.

1. Pengendara ojek online (ojol) di Bandar Lampung tertabrak kereta api. Beruntung, korban bernama Ridwan Firmansyah (42) itu selamat meski mengalami luka di sekujur tubuhnya. Insiden ini terjadi di Jalan Danau Tawoti, Jagabaya II atau perlintasan kereta api di dekat Taman Makam Pahlawan, Bandar Lampung, Kamis, 9 Desember 2021. 

2. Seorang pria ditemukan tewas dengan tubuh terbagi tiga di Jalan Hanoman, Sawahbrebes, Tanjungkarang Timur, Rabu (16/6/2021) dini hari. Korban ditemui mengenakan baju biru dengan celana panjang hitam. Warga Jalan Kartini Gang Duane, Palapa, Tanjung Karang Pusat tersebut diduga tewas usai tertabrak kereta api jalur dua emplasemen Sta.Tnk, KM 12+7/8. PT 22.

3. Kereta api batubara rangkaian panjang (Babaranjang) menabrak satu unit mobil Datsun Go warna hitam dengan nopol A 1347 VU, di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, Senin (28/6/2021) sekira pukul 05.57 WIB. 

Baca juga: Lokomotif Kereta Api Tanjungkarang-Baturaja Terbakar

Terpisah, Manager Humas PT.KAI Divre IV Tanjungkarang Jaka Jakarsih menyatakan tidak memiliki data kecelakaan di perlintasan rel kereta api. Menurutnya, hal itu termasuk kecelakaan lalu lintas yang tercatat oleh polisi.

"Menurut UU No. 23 Tahun 2007 kecelakaan di perlintasan termasuk laka lantas. Jadi, datanya ada di Polda/ Polres/Polsek atau di Jasa Raharja," katanya melalui pesan Whatsapp, Senin, 7 Maret 2022.

Kemudian, Kasat Lantas Polresta Bandar Lampung AKP M Rohmawan mengaku pihaknya tidak memiliki data kecelakaan di perlintasan rel.

"Minta sama polsusnya kereta api. Kami nggak ada datanya," ujar Rohmawan melalui telepon, Senin, 7 Maret 2022.

Kemudian, Humas Jasaraharja Panji mengaku tidak memiliki data kecelakaan di perlintasan rel kereta api. 

"Kalau data laka kami gak punya, kepolisian yang punya,"katanya.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan tuntutan kompensasi ke PT Bukit Asam merupakan hasil koreksi dari penataan kota. Dana kompensasi tersebut direncanakan untuk menjalankan program prioritas Pemkot Bandar Lampung seperti memperbaiki drainase dan jalan-jalan kota. 
 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar