#wawasankebangsaan#beritalamsel#radikalisme

Perkuat Wawasan Kebangsaan di Ponpes untuk Tangkal Radikalisme

( kata)
Perkuat Wawasan Kebangsaan di Ponpes untuk Tangkal Radikalisme
Foto: Lampost.co/Ahmad Amri

Kalianda (Lampost.co): Anggota TNI bersama Polri dan aparatur Desa Jatimulyo memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus silahturahmi dengan seluruh pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Jatiagung sebagai upaya menangkal paham radikalisme dan terorisme di aula kantor Desa Jatimulyo,Jatiagung, Lampung Selatan,Rabu 11 Desember 2019.

Dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan antar pondok pesantren dan aparatur Desa Jatimulyo, acara dikemas dengan bertukar informasi dan antisipasi paham radikalisme dan terorisme.

Kasubag Hukum dan Kerukunan Umat Agama Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung Musal Badri Kesuma mengatakan kegiatan silaturahmi itu untuk menambah wawasan kebangsaan agar para santri dan warga Jatimulyo lebih cinta kepada tanah air.

"Ini dilakukan mengingat beberapa waktu lalu beberapa terduga penganut paham radikalisme dan terorisme diamankan Densus 88 di wilayah Jatiagung. Anggota dari Mabes Polri juga bertanya kondisi umat beragama di Lampung, khususnya di Jatiagung maka diselenggarakan acara ini," kata Musal.

Dia menjelaskan Kemenag melalui program pengawasan terhadap organisasi masyarakat khususnya, Pondok Pesantern yang diindikasi paham radikalisme dan terorisme dengan melakukan pendekatan dan pembinaan secara rutin.

"Sejauh ini baru info info, maka diselenggarakan acara ini supaya tidak terjadi konflikdengan adanya kemajuan teknologi agar tidak terjadi fitnah dan berita hoaks," ujarnya.

Ketua NU Cabang Jatiagung Abdul Aziz mengatakan pemahaman radikalisme, nasionalisme, dan intoleranisme, bagi santri dan masyarakat tidak akan tahu jika tidak diselenggarakan kegiatan semacam seperti ini. Menurutnya, NU berperan aktif untuk menangkal paham radikalisme dan terorisme.

"Di dalam pondok tidak hanya mengajarkan keislaman. Dalam hadis tapi juga tentang kebangsaan untuk menjaga dan kecintaan terhadap tanah air bangsa Indonesia," ujarnya.

Sementara, Kasat Intel Polres Lamsel Iptu Andi Yunara mengatakan silaturahmi penting dilaksanakan untuk menjalin persatuan dan kesatuan khususnya di Desa Jatimulyo. "Silaturahmi salah satu cara untuk menangkal paham radikalisme dan terorisme. Dengan silaturahmi terjalin persaudaraan dalam perbedaan ditengah-tengah ketidaksamaan menjaga kerukunan umat," ujarnya.

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

<<<<<<< .mine
loading...
||||||| .r621
loading...
=======
>>>>>>> .r624

Komentar