pencabulanpemerkosaan

Perkosa Anak di Bawah Umur Hingga Hamil, Warga Rumbia Dibekuk Polisi

( kata)
Perkosa Anak di Bawah Umur Hingga Hamil, Warga Rumbia Dibekuk Polisi
Ilustrasi. Dok

GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Anggota Unit Reskrim Polsek Rumbia menangkap MM (53), warga Kampung Restu Buana, Kecamatan Rumbia yang diduga menyetubuhi anak di bawah umur hingga hamil. Orang tua korban baru melapor setelah mengetahui putrinya hamil enam bulan.

Informasi yang dihimpun Lampost dari berbagai sumber, Senin, 17 Februari 2020, tersangka MM ditangkap di rumahnya pada akhir pekan lalu. Diduga MM telah menyetubuhi korban, sebut saja Mawar, yang masih di bawah umur, sebanyak tiga kali hingga diketahui hamil enam bulan.

Penangkapan terhadap tersangka bermula dari laporan kedua orang tua korban. Sebab ibu korban yang curiga melihat perut putrinya membesar memeriksakan ke puskesmas. Hasilnya, korban positif hamil enam bulan.

Selanjutnya orang tua korban bertanya kepada Mawar siapa pelaku yang menghamilinya, barulah korban bercerita bahwa pada awal Mei 2018, sekitar pukul 13.00 WIB, pelaku MM bertemu Mawar di ladang Karet Dusun 5 Kampung Restu Buana dan diancam akan dibunuh kalau tidak mau melakukan hubungan badan.

Kemudian pada hari lain, masih Mei 2018 sekitar pukul 14.00 WIB, Mawar bertemu lagi pelaku di tempat yang sama dan diancam lagi lalu disetubuhi. Dan yang ketiga pada Agustus 2019 sekitar pukul 15.00 WIB, bertemu lagi dan korban berusaha lari namun dihadang pelaku dan disetubuhi.

Korban dipaksa tak menceritakan apa yang menimpanya kepada orang lain, termasuk orang tuanya. Karena itu, baru ketahuan menjadi korban perkosaan setelah hamil enam bulan.

Orang tua Mawar melapor ke Polsek Rumbia dengan Nomor Laporan :  LP/  81-B / II / 2020 / Polda LPG / Res LT/Sek  Rumbia, Tanggal 13 Februari 2020. 

AKP Heru Prasongko, mewakili Kapolres Lamteng I Made Rasma mengatakan anggotanya langsung menyelidiki dan mengumpulkan bukti-bukti. Kemudian menangkap tersangka. 

"Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku MM dijerat dengan Pasal 81 UU No 35 Tahun  2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak  dengan ancaman maksimal 15 tahun dan minimal 3 tahun penjara," katanya.

Winarko



Berita Terkait



Komentar