#judi#sosialisasi#umathindu

Peringati Hari Raya Saraswati, Umat Hindu Pringsewu dapat Sosialisasi Tentang Judi

( kata)
Peringati Hari Raya Saraswati, Umat Hindu Pringsewu dapat Sosialisasi Tentang Judi
Ratusan umat Hindu se-Kabupaten Pringsewu merayakan turunnya suci Weda (Hari Raya Saraswati), dan mengadakan malam banyu pinaruh, pada Sabtu malam, 22 Oktober 2022. (Foto:Lampost/Widodo)


Pringsewu (Lampost.co)--Ratusan umat Hindu se-Kabupaten Pringsewu merayakan turunnya suci Weda (Hari Raya Saraswati), dan mengadakan malam banyu pinaruh, pada Sabtu malam, 22 Oktober 2022.

Kegiatan dengan  memadukan sosialisasi tentang judi dengan menghadirkan pemateri Anton Subagyo,  selaku pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Lampung wakil bidang Idiologi dan Kebangsaan,  juga penasehat perhimpunan pemuda Hindu kabupaten.

Anton mejelaskan sosialisasi tentang tentang judi pada umat Hindu se-Kabupaten Pringsewu ini sejalan dengan  amanah Kapolri tentang pemberantasan judi online maupun offline.

Anton  yang juga Wakil ketua Komisi 1 DPRD Pringsewu mengikrarkan gerakan pemuda sadar hukum di Kabupaten Pringsewu.

Menurutnya, sosialisasi tentang judi bertujuan agar masyarakat Hindu kabupaten Pringsewu sadar akan larangan hukum tentang judi. Bahkan dalam KUHP pasal 303 dengan ancaman hukuman selama 10 tahun penjara atau denda Rp25 juta kecuali mendapat ijin penguasa yang berwenang. Sedangkan UU ITE pasal 27 ayat (2) ancaman hukumannya 6 tahun dan denda Rp1 miliar.

Sesuai  UU Nomor 7 tahun 1974 bahwa perjudian merupakan tindak kejahatan. Kemudian pada Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1981 tentang Penerbitan Perjudian.

Ia menyatakan dengan tingginya ancaman hukuman pelaku perjudian, di harapkan umat Hindu Pringsewu harus mengetahui hukum perjudian dan bahayanya.

Hukum perjudian  tidak memandang nilai uangnya, misalnya remi dengan barang bukti ribuan rupiah pun akan diproses secara hukum.

Yang jelas judi dalam agama Hindu juga di larang dan tertera dalam  kitab Manawa Darmasastra buku IX sloka 221, menerangkan  bahwa perjudian dan pertaruhan supaya benar benar dikeluarkan dari pemerintahan, keduanya merupakan hancurnya negara dan generasi muda.

Sosialisasi tentang perjudian dihadiri Parisada Pekon Panggungrejo Sumario ,Parisada kecamatan Sukoharjo Suwarto dan sejumlah tokoh umat Hindu se-Kabupaten Pringsewu.

Sri Agustina








Berita Terkait



Komentar