#HARISANTRI

Peringatan Hari Santri Ajang untuk Meningkatkan Toleransi

( kata)
Peringatan Hari Santri Ajang untuk Meningkatkan Toleransi
Ketua PWNU Provinsi Lampung Wan Jamaluddin. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho


Bandar Lampung (lampost.co) -- Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober. Peringatan Hari Santri sejatinya tidak terbatas untuk kalangan pesantren saja, namun diharapkan bisa menjadi ajang untuk meningkatkan toleransi di kalangan santri, umat Islam, dan seluruh bangsa Indonesia.

Ketua PWNU Provinsi Lampung Wan Jamaluddin menyampaikan pada peringatan santri besok semua pihak harus melakukan evaluasi dan introspeksi untuk mengingat kembali hakikat lembaga pesantren sebagai tempat pendidikan agama di Indonesia.

Hal itu ia sampaikan terkait kasus-kasus kekerasan baik bullying dan kekerasan seskual di lingkungan pondok pesantren.

"Diharapkan hal-hal negatif tidak muncul kembali, karena peristiwa ini sangat mencederai sejarah panjang dunia pendidikan pesantren sebagai tempat belajar ulama di Indonesia," katanya, Jumat, 21 Oktober 2022.

Ia berpesan kepada pondok pesantren bahwa dunia pendidikan itu harus dikelola dengan baik, tidak boleh lengah dan lalai.

"Banyak juga berita peristiwa serupa (kasus kekerasa) di lembaga pendidikan lainnya, oleh karenanya dalam peringatan santri ini pertama mengenang kembali bagaimana dunia pesantren itu dijalankan," ujarnya.

Wan Jamaluddin menambahkan jangan sampai kasus-kasus kekerssan ini menjadi noda hitam bagi prestasi yang diraih oleh para alumnus pondok pesantren.

"Tentu harus ditumbuhkan dan dimajukan, karena kita lihat sudah banyak alumni dan tokoh pesantren sudah berkiprah bukan saja di nasional melainkan internasional," jelasnya.

"Marilah kita tetap optimistis menatap dunia Pendidkan pesantren, masih jauh lebih banyak prestasi yang ditorehkan oleh para santri kita ketimbang kejadian kecil," lanjut Wan Jamaluddin.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar