PenusukanSyekhalijaber

Periksa 15 Saksi, Polda Sebut Pelaku Ada Niat Bunuh Syekh Ali Jaber

( kata)
Periksa 15 Saksi, Polda Sebut Pelaku Ada Niat Bunuh Syekh Ali Jaber
Foto. Dok/istimewa


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Penyidik Satreskrim Polresta Bandar Lampung sampai saat ini telah memeriksa 15 saksi terkait kasus penusukan ulama Syekh Ali Jaber, dengan pelaku Alfin Andrian (24), warga Gang Kemiri, Jalan Tamin, Sukajawa.

Para saksi terdiri dari kerabat pelaku, panitia penyelenggara wisuda Hafiz Quran di Masjid Falahudin, warga yang melihat langsung kejadian, hingga saksi ahli dari dokter dan psikater.

"Total sudah 15 saksi yang diperiksa, agar perkara ini pemberkasannya cepat dan dilimpahkan kejaksaan," ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad, Rabu, 16 september 2020.

Dari pemeriksaan sementara oleh psikater soal kejiwaan, pelaku dapat menangkap dan menjawab pertanyaan, dalam artian dia menjawab dalam keadaan sadar.

"Motivasi dia melakukan tindak pidana jelas disampaikan, bahwa dirasa dia perasaan gelisah. Apalagi saat itu ada kegiatan (dakwah Syeh Ali Jaber) tidak jauh dari rumah tersangka sehingga penyampaian dakwah lewat pengeras suara. Bahkan tersangka sempat merasakan kok berisik banget, maka tergerak hatinya untuk ambil sajam dan datang ke lokasi," papar mantan Kapolres Meranti itu.

Aparat juga menjerat pelaku dengan pasal berlapis yakni, Pasal 340 KUHP jo Pasal 53 KUHP tentang percobaan Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun Subsider.

Lalu, Pasal 338 KUHP jo Pasal 53 KUHP tentang Percobaan Pembunuhan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun Subsider, Pasal 351 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun.

Kemudian Pasal 2 ayat (1) UU Darurat no 12 Tahun 1951 tentang tanpa hak menguasai dan membawa senjata tajam, dengan ancaman pidana penjara setinggi-tingginya 10 tahun.

Penerapan pasal tersebut, menurut Pandra, tersangka sudah ada perencanaan untuk melakukan percobaan pembunuhan terhadap Syeh Ali Jaber. Penerapan pasal ini dilakukan penyidik polresta Bandar Lampung, juga disupervisi.

Dalam video yang beredar pelaku berniat menyerang organ vital Syeh Ali Jaber, namun ia mengelak, sehingga korban terkena tusukan di bahu kanan, dan mengalami luka sedalam 4cm.

"Tersangka sudah ada suatu perencanaan pembunuhan yang didahului dengam mengambil sajam, dan tersangka ada rasa kesal pada saat dengar ceramah Syeh Ali Jaber, mengancam nyawa korban, nah unsur ini sudah terpenuhi, saksi-saksi sudah melihat langsung," paparnya.

Ditanya, apakaah ada pihak lain yang memerintahkan pelaku menusuk korban, Pandra menegaskan tidak ada. "Murni kemauannya sendiri," paparnya.

Soal Densus 88 Anti teror Mabes Polri yang juga turun le lokasi untuk menggali keterangan, pandra tak menampik hal tersebut. Namun, menurutnya hingga saat ini, belum ada indikasi kalau pelaku terlibat dengan jaringan atau kelompok tertentu.

"Sampai saat ini belum ada (jaringan), tapi pada dasarnya, seluruh unit baik mabes Porli, Dokkes Polda, hingga unit lainnya (Densus), adalah untuk membantu kinerja aparat dalam rangka penyidikan, dan memperkuat konstruksi perkara," paparnya.

 

Winarko







Berita Terkait



Komentar