#pajak#pemkotbandarlampung

Perhotelan Bandar Lampung Sambut Diskon Pajak 20 Persen

( kata)
Perhotelan Bandar Lampung Sambut Diskon Pajak 20 Persen
Pengunjung salah satu hotel di Bandar Lampung. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Perhotelan di Bandar Lampung menyambut kebijakan Wali Kota Bandar Lampung yang memberikan diskon pajak 20% untuk masa pajak Agustus dan September 2021. Hal tersebut diharapkan dapat mempertahankan geliat industri tersebut di masa pandemi ini.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Walikota Bandar Lampung Nomor: 973/1139/IV.03/2021 tentang Pemberian Keringanan Pajak Bagi Pelaku Usaha Hotel di Bandar Lampung sebagai dampak dari penyebaran covid-19.

"Alhamdulillah hasil usulan kami diterima. Kami bisa dibantu, berapapun bantuan yang diberikan kami terima. Nanti kami lihat lagi bila September ini kondisi masih belum membaik, maka kami meminta kebijakan lagi dari Wali Kota," kata Sekretaris Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD-PHRI) Lampung, Friandi Indrawan, Senin, 30 Agustus 2021.

Menurut dia, keringanan pajak sangat penting bagi pelaku usaha perhotelan. Sebab, di tengah pandemi ini pendapatan industri tersebut menurun, sementara biaya operasional terus berjalan. 

Untuk itu banyak hotel yang merumahkan pegawainya. Namun, dengan kembali bergeliatnya ekonomi saat ini diharapkan pendapatan hotel bisa meningkat untuk menutupi biaya operasional.

Ia mencontohkan di Bandar Lampung biaya sewa kamar hotel Rp700 ribu per hari. Bila hotel memiliki 160 kamar bisa dikalikan biaya sewa kamar hasilnya Rp112 juta per hari. Kemudian dipotong pajak 10%, maka beban pajak sehari sekitar Rp11,2 juta. 

"Dalam sebulan bisa Rp336 juta yang disetorkan ke Pemkot Bandar Lampung. Kalau rata-rata di Bandar Lampung kisaran Rp1 miliar sampai Rp2 miliar pajak hotel ke Pemkot," katanya.

Sementara itu General Manager Sheraton Lampung Hotel, Benedictus Jodie, mengatakan geliat perhotelan belum ada peningkatan 100%. Namun, perlahan terus ada geliat ke arah yang baik. Namun, dia bersyukur Wali Kota mengerti keadaan perhotelan dengan masih diperbolehkan menerima layanan resepsi dan akad nikah serta keringanan pembayaran pajak.

"Keringanan pajak 20% memudahkan kami dalam pengaturan cash flow, anggaran pendapatan dan pengeluaran. Intinya para GM Hotel dan pelaku industri pariwisata berterimakasih adanya kebijakan tersebut," katanya.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar