#Rapergub#Distribusi#Gas#Elpiji

Pergub Gas Elpiji Permudah Pendistribusian di Masyarakat

( kata)
Pergub Gas Elpiji Permudah Pendistribusian di Masyarakat
Ilustrasi pembelian gas elpiji 3kg di agen penjualan. (Dok. lampost.co)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) tentang Tata Niaga dan Pengawasan Pendistribusian Gas Elpiji 3kilogram di Lampung menuai kontroversi di kalangan masyarakat. Pasalnya, kendati aturan itu sebagai bentuk pengawasan gas bersubsidi agar tepat sasaran, warga khawatir akan mengalami kesulitan bahan bakar tersebut untuk didapatkan.

Kepala Bidang Minyak dan Gas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lampung, Jefri Aldi mengatakan rapergub tersebut merupakan dasar hukum dalam merubah rantai distriusi penjualan gas bersubsidi yang awalnya adalah Agen, Pangkalan, dan konsumen. Dengan pergub itu nantinya akan menambah rantai distribusi untuk dititipkan kepada Ketua RT sebelum sampai ditangan konsumen. 

"Selama ini sering terjadi penyelewengan yang penjualannya ada diwarung-warung. Untuk menutup itu kami tambah lagi jalurnya untuk dititipkan ke RT dan akam diujicobakan dulu di Bandar Lampung dan Metro. Tapi memang masih ada teknis yang harus dibicarakan dengan pemda, Hiswana Migas, Pertamina, pemangku kepentingan lainnya," kata Jefry saat dihubungi Lampost.co, Kamis (29/11/2018).

Menanggapi kritik masyarakat, dia menilai pergub itu tidak akan mempersulit masyarakat untuk mendapatkan gas 3kg dan justru akan mempermudahnya. Sebab, jika selama ini masyarakat mendapatkan bahan bakarnya di warung, nantinya bisa dicari di Ketua RT.

"Selama ini kan mereka membeli di warung dan itu bukan dirantai distribusi, sehingga harganya jauh diatas HET. Jadi nanti distribusinya disebar ke seluruh RT dengan harga sesuai HET," katanya.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar