#embarkasihaji#bandara#beritalampung

Peresmian Embarkasi Haji Belum Ada Kejelasan

( kata)
Peresmian Embarkasi Haji Belum Ada Kejelasan
Bandara Radin Inten II, Natar, Lampung Selatan. Foto: Dok/Lampost.co


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kegiatan rapat percepatan Bandara Radin Inten II sebagai bandara embarkasi haji berlangsung di ruang rapat Sakai Sambayan, kantor Gubernur Provinsi Lampung, Kamis, 9 September 2019. Kegiatan rapat dihadiri oleh pihak Pemerintah Provinsi Lampung, Bandara Radin Inten II serta pihak travel dan biro haji-umrah.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Taufik Hidayat menjelaskan bahwa kegiatan ini ingin menerapkan kenyamanan bagi jemaah haji, karena jika dilakukannya transit dari Lampung menuju Jakarta dan berakhir di Jedah akan memakan waktu dan biaya yang lebih.

"Kita juga harus memfokuskan dalam hal imigrasi dan karantina, karena dikhawatirkannya ada beberapa penyakit seperti H1N1 dan cara pencegahannya," ujarnya.

Taufik Hidayat juga menambahkan bahwa kegiatan ini lebih berfokus ke kegiatan umrah karena bila embarkasi haji penuh masih memerlukan koordinasi dari Kementerian Agama. Pihaknya berharap bandara segera diselesaikan dan diresmikan pada Oktober 2019.

Fitri Stela selaku Teknis Operasi Bandara Radin Inten II menjelaskan untuk persiapan akhir tahun keberangkatan umrah, Bandara Radin Inten II tetap menerapkan komitmen di tahun ini akan melakukan rekonstruksi landasan.

Namun disisi lain, menagih janji kepada pihak Pemerintah Provinsi Lampung untuk hibah lahan terkait kekurangan runaway strip di Bandara Radin Inten II. Karena hal tersebut merupakan syarat pengoperasian skala internasional.

"Kita membutuhkan keseriusan dari Pemerintah Provinsi Lampung. Semoga di tahun ini memiliki kejelasan," kata dia.

 

Rapat ini bertujuan untuk memberlakukan embarkasi haji ataupun umroh di Provinsi Lampung sehingga kedepannya jemaah haji dan umroh tidak akan melakukan transit.

Firman Luqmanulhakim/Mahasiswa PKL







Berita Terkait



Komentar