#Kesehatan#KankerServiks#DeteksiDini#PerempuanTunanetra

Perempuan Tunanetra Belajar Deteksi Kanker Serviks

( kata)
Perempuan Tunanetra Belajar Deteksi Kanker Serviks
Pemateri dari Yayasan Peduli Kanker Indonesia Lampung menyampaikan materi tentang kanker serviks kepada sejumlah perempuan anggota Persatuan Tunanetra Indonesia Lampung, di Kemiling, Bandar Lampung Sabtu (23/12/2017). LAMPUNG POST/RUDIYANSYAH


BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Puluhan perempuan tunanetra mengikuti kegiatan penyuluhan kanker serviks yang diadakan Bidang Kewanitaan Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Lampung, Sabtu (23/12/2017). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Ibu.
Koordinator bidang kewanitaan Pertuni Lampung, Dewi Trisula, menjelaskan meski memiliki keterbatasan penglihatan, bukan berarti menjadi penghalang perempuan tunanetra mendapatkan pengetahuan seputar penyakit kanker serviks yang mengancam perempuan tanpa membedakan tunanetra atau tidak.
Melalui penyuluhan yang melibatkan Sahabat Sedekah dan dihadiri penggagasnya, Diah Estika, dan Yayasan Peduli Kanker Indonesia (YLKI) Lampung tersebut, Dewi berharap para peserta dapat mengenali gejala kanker serviks sedini mungkin, hingga menghindari faktor risikonya.
Kepada peserta, konsultan YPKI cabang Lampung, Ayu Andika Putri, mengatakan kanker serviks merupakan satu ancaman yang mematikan bagi perempuan. Sayangnya, kebanyakan terlambat mendeteksinya hingga kerap tidak tertangani.
Menurut Ayu, seharusnya setiap perempuan yang sudah pernah melakukan hubungan seksual melakukan pemeriksaan kanker serviks minimal sekali dalam setahun. "Saat ini di puskesmas masih sangat sepi yang periksa. Kebanyakan yang datang dan dinyatakan kanker serviks adalah perempuan yang sudah parah, padahal proses terbentuknya kanker membutuhkan waktu 15—25 tahun," kata dia.
Sebab itu, Ayu mengimbau peserta untuk tidak takut memeriksakan diri.
Ia juga memberikan beberapa kiat agar para perempuan terhindar dari kanker serviks, di antaranya tidak memakai celana terlalu ketat, menghindari makanan cepat saji dan penggunaan penyedap rasa secara berlebih, serta selalu merawat kebersihan organ vital.
Ketua Pertuni Lampung Supron Ridisno berharap pengetahuan yang didapatkan para peserta dapat bermanfaat dan dapat terus ditularkan kepada anggota Pertuni lain agar dapat hidup sehat. "Jika sehat, setiap perempuan dapat menjalankan tugas seorang ibu dengan maksimal di dalam keluarga," kata dia. 

Rudiyansyah









Komentar