#teroris#radikal

Perempuan Jadi Kunci Sosialisasi Hindari Paham Radikalisme

( kata)
Perempuan Jadi Kunci Sosialisasi Hindari Paham Radikalisme
Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT RI, Mayjen TNI Nisan Setiadi, Rabu, 27 Juni 2022. Lampost.co/Atika


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menilai perempuan menjadi garda terdepan untuk mencegah dan sosialisasi pemahaman anti radikalisme. Sebab, perempuan bisa melakukannya dari dalam keluarga.

Menurutnya, di tengah masifnya penyebaran radikalisme, perempuan bisa diandalkan memberikan pemahaman dan mengedukasi yang baik dan penanganan agar tidak terpapar radikalisme.

"Perempuan jadi sesuatu yang vital sekali untuk bisa mengajak lingkungan, komunitas dan anak-anak untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila, yang menghormati semua suku agama dan ras di Indonesia," kata Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT RI, Mayjen TNI Nisan Setiadi, Rabu, 27 Juni 2022.

Apalagi secara praktek, perempuan sebagai seseorang yang memiliki tanggungjawab besar dalam suatu keluarga yang dibangun. Hal tersebut bisa didorong agar mengajarkan toleransi dan menghargai perbedaan.

Berdasarkan data BNPT, indeks risiko terorisme di Indonesia sejak 2010 cenderung menurun. Saat ini hanya 12% dari seluruh penduduk Indonesia. Sehingga tercatat 2% sampai 3% diantaranya perempuan yang terpapar. Namun, terindikasi intoleran, radikalisme, tapi kalau terorisme dikit hanya beberapa kasus saja.

"Dari kasus perempuan terpapar tersebut, bukan berarti pada satu sektor tertentu. Karena terdapat berbagai sektor profesi, mulai akademisi, media, hingga ASN hingga BUMN," jelas dia.

Ia mengatakan jika kasus terpapar radikalisme saat ini umumnya berasal dari media sosial. Sehingga tidak mesti harus ikut pengajian atau perkumpulan agama dan lainnya.

"Yang jadi perhatian, saat ini banyak anak muda banyak terpapar dari media sosial. Harapannya, agar orang tua khususnya ibu bisa menanamkan dan memberikan edukasi yang baik untuk anaknya," jelasnya.

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar