#kriminal#tanggamus

Peredaran Uang Palsu Rp50 Juta di Tanggamus Terungkap

( kata)
Peredaran Uang Palsu Rp50 Juta di Tanggamus Terungkap
Uang palsu sebesar Rp50 Juta yang terungkap dan disita oleh polisi di Mapolres Tanggamus, Rabu, 1 Juni 2022. (Dok Polres Tanggamus)


Kotaagung (Lampost.co) -- Peredaran uang palsu mulai marak termasuk di wilayah Tanggamus. Para pelaku menggunakan modus dengan cara meletakkan uang palsu sebesar Rp50 juta pecahan Rp100 ribu itu di tengah tengah uang asli saat transaksi jual beli mobil bersama korban. 


Pengungkapan tersebut berawal dari laporan pada 9 Maret 2022 atas nama korbannya Ahmad Afid (42), warga Dusun Sinarnabang, Pekon Pematangnebak, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus dengan TKP di rumah korban. Tim gabungan yaitu Polres Tanggamus, Polsek Pugung dibantu Polsek Kedaton Bandar Lampung langsung menyelidiki dugaan tindak pidana yang sengaja mengedarkan atau membelanjakan uang palsu. 

Tim akhirnya menangkap dua tersangka sedangkan tiga rekan tersangka lainnya masih buron. Kedua tersangka yang ditangkap berinisial Kms alias Dodi (36) warga Jl. Sinar Mulya Gg. Kesuma II No. 36 LK. II Rt 02 Rw 00 Kel. Keteguhan Kec. Tulang Betung Timur, Kota Bandar Lampung dan AL alias Ham warga Dusun I.B, Desa Purwodadi Dalam RT03, RW 01, Kec. Tanjungsari, Lampung Selatan. 

Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Hendra Sapuan, mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui tersangka juga melakukan kejahatan pencurian mobil di wilayah hukum Polsek Kedaton Bandar Lampung. 

"Hasil koordinasi, tersangka berhasil ditangkap bersama Polsek Kedaton, pada Sabtu, 28 Mei 2022 pukul 14.00 WIB," ungkap Hendra di Mapolres Tanggamus, Rabu, 1 Mei 2022.

Kasat menjelaskan, kronologis dugaan tindak pidana dan sengaja mengedarkan atau membelanjakan uang palsu terjadi pada Senin, 7 Maret 2022 sekitar pukul 19.00 WIB di Dusun Sinarnabang, Pekon Pematangnebak, Kecamatan Bulok, Tanggamus. 

Peristiwa bermula saat korban hendak menjual mobil Avanza tahun 2012 warna hitam metalic Nopol BE 1474 AE kepada para pelaku. Harga mobil itu disepakati sebesar Rp103 juta oleh lima pelaku dan korban. Kemudian, pada Rabu, 9 Maret 2022 sekitar pukul 09.00 WIB, korban hendak menyimpan uang penjualan mobil tersebut ke BRI. 

Ketika uang tersebut diserahkan dan hendak dihitung pegawai BRI, terungkap uang Rp50 juta pecahan 100 ribuan itu palsu. 

"Merasa menjadi korban penipuan tersebut dan merugi senilai Rp50 juta, sehingga korban melaporkan ke Polsek Pugung untuk ditindaklanjuti," jelasnya. 

Baca juga: Uang Palsu Teror Pedagang di Lamsel

Kasat menjelaskan berdasarkan penuturan korban para pelaku berjumlah lima orang yang datang ke rumah korban. 

"Peran pentingnya dua pelaku telah ditangkap. Sementara tiga rekannya masih dalam pengejaran," ujarnya. 

Hendra mengungkapkan, berdasarkan keterangan tersangka AL yang telah ditangkap uang palsu tersebut didapatkan oleh mereka dari Bogor, Jawa Barat. 

"Uang palsu tersebut didapatkan AL alias Ham di Bogor dengan cara membeli. Uang palsu Rp50 juta itu dihargai Rp25 juta. Sebab uang palsu tersebut mendekati sempurna asli jika tidak teliti," ungkapnya. 

Atas hal itu juga, Kasat mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati saat bertransaksi dengan orang yang tidak dikenal dan jika menemukan uang palsu segera melaporkan kepada petugas. 

Saat ini keduanya sudah diperiksa. Namun, sementara proses hukum di Polsek Kedaton untuk perkara pencurian dengan pemberatan(curat). Setelah selesai, maka kembali dilakukan penyidikan oleh Polres Tanggamus. 

“Terhadap keduanya dijerat Pasal 244 KUHPidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun,” ujar dia. 

 

 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar