#Kejahatan#Perdagangan-Manusia#Makasar

Perdagangan Manusia Terungkap di Makassar

( kata)
Perdagangan Manusia Terungkap di Makassar
Kapolres Gowa, AKBP Boy Samola dan Kasubbag Humas Polres Gowa, AKP M. Tambunan, saat merilis kasusnya di Mapolres Gowa, Sulawesi Selatan, Senin 23 Desember 2019. Foto: Medcom.id/Syawal

Makassar (Lampost.co) -- Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Gowa mengungkap tindak pidana perdagangan manusia. Empat orang terkait kasus tersebut ditangkap.

Pengungkapan berawal saat petugas Polres Gowa melakukan penyelidikan terkait dugaan peredaran narkoba. Setelah menangkap para pelaku penyalahgunaan narkoba, polisi mengungkap ada perdagangan manusia dalam kasus itu.

"Berawal dari penangkapan empat orang ini (penyalahguna narkoba) pada Sabtu 21 Desember 2019. Kami ungkap adanya dugaan tindak pidana perdagangan manusia," kata, kasubag Humas Polres Gowa, AKP M. Tambunan, di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin 23 Desember 2019.

Keempat penyalahguna narkotika golongan satu jenis sabu tersebut yakni AP, 13; AY, 26; AA, 20; dan AF, 14. Mereka ditangkap saat seorang Babinsa dan Binmas di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, curiga dengan gerak gerik keempat orang tersebut dan langsung melakukan pemeriksaan.

Saat diperiksa, barang haram sebanyak 0,13 gram ditemukan, kemudian keempatnya dibawa ke Polres Gowa untuk diperiksa. Dalam pemeriksaan tersebut diketahui ada perdagangan manusia terhadap anak dibawah umur.

Hasil pemeriksaan, AY, merupakan salah satu korban perdagangan manusia. AY yang telah putus sekolah dibawa AF ke salah satu hotel di Kota Makassar, Sulawesi Selatan untuk bertemu muncikari berinisial NL.

"Saat bertemu, sang mucikari berinisial NL menawarkan AP dan AA kepada Bandar Sabu, untuk dibooking seharga Rp700 ribu," jelasnya.

Setelah mucikari dan AY sepakat (harga), korban dibawa menemui bandar narkoba di Rumahnya. AP dan AA diantar oleh seseorang berinisial DD untuk menemui AY sebagai konsumen anak berusia 13 tahun itu.

Keempat tersangka penyalahgunaan narkotika berada di Mapolres Gowa untuk pemeriksaan. Mereka disangkakan dengan Pasal 112 UU No 35 tahun 2009 ttg Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

"Dalam kasus dugaan perdagangan Manusia penyidik akan berkoordinasi dengan Polrestabes Makassar karena locus delicti berada di Makassar," jelasnya.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar