Celengdaging

Perdagangan Daging Celeng Bisa Legal

( kata)
Perdagangan Daging Celeng Bisa Legal
Daging celeng. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Balai Karantina Pertanian Lampung mencatat menggagalkan penyelundupan 11 ton daging celeng selama 2020. Namun, ada pula 228 ton daging celeng yang diloloskan, karena kelengkapan dokumennya yang lengkap. 

Subkoordinator Karantina Hewan, Akhir Santoso, menjelaskan Karantina Pertanian Lampung rutin mensertifikasi daging celeng secara legal dan menemukan berbagai persyaratan dari aspek sanitasi maupun perizinan.

Pengiriman sesuai aspek sanitasi keamanan pangan yang diterapkan yaitu pengiriman daging celeng menggunakan kendaraan berpendingin serta dilengkapi dengan segel berbasis GPS yang dipasang pada alat angkut yang membawa komoditas tersebut.

"Segel berbasis GPS ini merupakan salah satu inovasi dan solusi yang digagas Badan Karantina Pertanian bersama instansi terkait untuk memantau pergerakan alat angkut hingga dipastikan komoditas tersebut sampai ke daerah tujuan. Jika dalam masa perjalanan terjadi kerusakan atau pembongkaran paksa, makan GPS akan memberikan notifikasi," katanya, Jumat, 22 Januari 2021.

Ia menjelaskan, Balai Karantina terakhir kali menemukan sebanyak 3.650 kg daging celeng asal Bengkulu yang hendak dikirim ke Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan. 

"Setelah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Bengkulu dan dilakukan karantina Pejabat Karantina Pertanian Bengkulu, 3 ton daging celeng itu dimasukan dalam truk berpendingin yang dipasang segel berbasis GPS dan siap diberangkatkan," ujarnya. 

Selama perjalanan, lanjutnya, karantina Pertanian Bengkulu dan Lampung dapat memonitor keberadaan alat angkut tersebut. Saat alat angkut sampai di Pelabuhan Bakauheni, Pejabat Karantina Pertanian Lampung langsung memeriksa berbagai dokumen.

"Dari hasil pemeriksaan, Pejabat Karantina Pertanian Lampung langsung dapat menerbitkan sertifikat sanitasi produk hewan (KH12) sebagai jaminan produk sehat dan siap menuju daerah tujuan di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta," tutup dia.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar