#banjir#lampungselatan

Percepatan Tanam Padi di Palas Molor Akibat Banjir

( kata)
Percepatan Tanam Padi di Palas Molor Akibat Banjir
Sejumlah buruh tani saat melakukan pertanaman padi di lahan persawahan Desa Kalirejo, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Selasa, 11 Januari 2022. (Foto:Lampost.co/Armansyah)


Kalianda (Lampost.co) -- Percepatan tanaman pada Musim Tanam (MT) I 2022 di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, molor dari target yang direncanakan. Hal itu disebabkan adanya banjir yang merendam sebagian lahan persawahan dalam beberapa pekan terakhir.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala UPTD Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kecamatan Palas, Tarmijan mengatakan, puncak musim tanam rendeng seharusnya jatuh pada pertengahan Januari. Namun, karena adanya banjir mengakibatkan percepatan tanam molor.

"Karena sebagian lahan persawahan terendam banjir selama dua pekan belakangan. Tentunya menyebabkan puncak musim tanam padi pada MT I 2022 molor dari waktu yang ditargetkan yakni pertengahan Januari ini,” kata dia, Selasa, 11 Januari 2022.

Tarmijan mengatakan, banjir yang merendam sebagian lahan persawahan di Kecamatan Palas menyebabkan proses pengolahan lahan menjadi terhenti. Selain itu, terdapat ratusan hektare tanaman padi terpaksa tanam ulang setelah diterjang banjir.

"Selama lahan masih terendam banjir, pengolahan lahan tidak bisa dilakukan oleh petani. Proses pengolahan tanah baru bisa dilakukan sekarang karena lahan yang terendam banjir sudah mulai surut,” ujarnya.

Baca juga: 105 Hektare Lahan Padi di Palas Lamsel Gagal Tanam

Tarmijan mengaku memasuki pertengahan Januari ini seharusnya capaian percepatan tanam di Kecamatan Palas sudah di atas 50 persen dari total luas 5.589 hektare.

Namun, akibat tahapan pengolahan tanah terhenti, luas capaian percepatan  tanam baru sekitar 900 hektare. Itu pun hanya tersebar di beberapa desa seperti Desa Bumidaya, Kalirejo, Rejomulyo, Bumiasih, Bumiasri, Baliagung, dan Desa Tanjungjaya.

"Seharusnya memasuki pertengahan bulan ini luas tanam sudah mencapai 3.000 hektare. Tapi, faktanya sekarang baru ada 900 hektare. Sampai saat ini percepatan tanam ini masih terus kita kejar,” kata Tarmijan.

Sementara itu, Evan (29), petani asal Desa Palaspasemah mengatakan saat ini dirinya tengah proses penyemaian pembibitan dan pengolahan lahan. Ia memperkirakan lahan sawah miliknya akan melakukan pertanaman pada awal Februari mendatang.

"Kami baru bisa bergerak, seperti penyemaian pembibitan dan pengolahan lahan. Kalau untuk pertanaman diperkirakan pada awal Februari nanti. Ini dikarenakan lahan sawah kami terendam banjir," ujar Evan. 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar