#kesehatan#virus-corona#covid-19

Perbedaan Tisu Antibakteri dengan Tisu Disinfektan

( kata)
Perbedaan Tisu Antibakteri dengan Tisu Disinfektan
Ilustrasi - Medcom.id.

Jakarta (Lampost.co) --Tisu antibakteri dan tisu disinfektan. Mungkin Anda berpikir bahwa keduanya sama-sama bermanfaat dalam membersihkan permukaan benda di sekitar Anda. Namun, keduanya memiliki perbedaan.

Rodney Rohde, PhD, dekan penelitian dan profesor virologi di College of Health Professions di Universitas Negeri Texas punya penjelasan soal perbedaan itu. Ia menyatakan kepada Womens Health Mag bahwa perbedaan ini biasanya tergantung pada apa yang dirinci pada label produk dan tulisan yang tertera.

Misalnya, tentang untuk apa produk itu digunakan. Jadi, baca label dengan cermat dan Anda harus tahu apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh produk tisu tersebut.

Tetapi secara umum, tisu yang diberi label antibakteri seperti tisu basah dimaksudkan untuk membersihkan tangan dan kulit Anda. Mirip dengan tisu basah antibakteri, tisu bayi juga tidak mengandung bahan yang sama dengan tisu disinfektan karena dapat mengiritasi kulit. Dengan demikian, tisu ini tidak efektif untuk membersihkan benda dan permukaan.

Sementara itu, kata Rohde, tisu disinfektan biasanya lebih efektif melawan kelompok mikroba yang luas. Hal ini karena tisu disinfektan mengandung lebih banyak bahan kimia yang kuat atau jumlah yang lebih tinggi dari bahan kimia yang sama dengan tisu antibakteri.

Sementara jika Anda ingin memastikan seberapa ampuh tisu disinfektan bisa membunuh kuman, bakteri, dan virus, penting untuk mengikuti instruksi label produk. Cara ini untuk memastikan Anda menggunakan pembersih disinfektan secara efektif dan untuk durasi waktu yang sesuai anjuran pakai, agar tisu dapat bekerja maksimal.

Rohde memaparkan bahwa praktik yang disarankan sebelum menggunakan tisu disinfektan ialah membersihkan permukaan benda terlebih dahulu dengan sabun dan air. Baru kemudian, menggunakan tisu disinfektan.

Sebab, puing-puing yang terlihat, seperti kotoran, makanan, atau cairan tubuh seperti darah dan lendir, secara fisik dapat memblokir beberapa permukaan. Jika demikian, dapat mengurangi efektivitas penggunaan disinfektan.

Agar tisu disinfektan berfungsi dengan baik, produk biasanya perlu tetap berada di permukaan yang Anda bersihkan selama jangka waktu tertentu. Misalnya ketika menggunakan tisu disinfektan Lysol dan Clorox, dijelaskan bahwa permukaan harus tetap basah selama empat menit setelah aplikasi. Sedangkan tisu disinfektan Seventh Generation memerlukan waktu 10 menit agar efektif.

"Untuk membunuh semua kuman di permukaan secara efektif, Anda juga harus membiarkan permukaan yang baru saja Anda bersihkan kering dengan udara, dan jangan menyekanya dengan kain kering atau apa pun," tambah Maria Vila, DO, dokter keluarga bersertifikat di dewan kedokteran Morristown, New Jersey.

Kemudian, pastikan juga selalu mencuci tangan setelah menggunakan tisu disinfektan, karena beberapa produk dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata jika Anda menyentuh tubuh atau bola mata Anda. Jika Anda memiliki kulit kering atau sensitif, Anda perlu menggunakan sarung tangan saat menggunakan tisu disinfektan atau produk pembersih lainnya.

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar