#beritalampung#beritalampungterkini#pendidikan#sekolahrusak

Perbaikan Sekolah Rusak di Pesisir Barat Bertahap Menyesuaikan Kondisi Anggaran

( kata)
Perbaikan Sekolah Rusak di Pesisir Barat Bertahap Menyesuaikan Kondisi Anggaran
Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Barat di Pekon Rawas, Kecamatan Pesisir Tengah. Lampost.co/Yon Fisoma


Krui (Lampost.co) -- Pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah tetap menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pesisir Barat. Namun, pelaksanaannya menyesuaikan dengan anggaran yang ada.  

Kepala Disdikbud Pesisir Barat Edwin Kastolani Burtha mengaku sudah menerima laporan tentang rusaknya gedung SDN 108 Krui di Pekon Malaya, Kecamatan Lemong. Pihaknya akan segera melakukan perbaikan, tapi menyesuaikan dengan kondisi anggaran pemerintah.

Baca juga: Sekolah di Bandar Lampung Berkurang 26 dalam Satu Semester 

"Untuk SDN 108 Krui usulannya sudah masuk ke kai. Intinya nanti kami lihat lagi karena ini kan masalahnya terkait dana. Kami upayakan di APBD murni 2023,  tetapi kalau belum memungkinkan di DAK 2024. Nanti, lihat situasi dan kondisinya," katanya, Jumat, 14 Oktober 2022.

Dia menambahkan pihaknya juga telah mendata sekolah mana saja yang menjadi prioritas untuk segera dibangun. Pelaksanaan pembangunan bertahap karena keterbatasan anggaran. 

“Dari pendataan itu, kami sudah dapat gambaran secara umum sekolah mana saja yang perlu segera diperbaiki. Tapi perbaikannya tidak sekaligus," ujar dia.

Namun, untuk SDN 109 Krui yang berada di Pekon Cahayanegeri, Kecamatan Lemong, tetangga dari SDN 108 Krui, tahun memang akan diperbaiki.

"Untuk SDN 109 Krui, insyaalloh sudah siap, tinggal kerja karena anggarannya sudah masuk di APBD Perubahan 2022.  Perehaban akan dilakukan pada depan bangunan gedung yang panjang dan sudah rusak parah. Tahun depan SDN 109 Krui akan dipindahkan (relokasi) ke gedung baru," katanya.

Lokasi SDN 109 Krui yang berada di pinggir laut saat kini lokasi gedung terancam habis digerus ombak. Gedung belakang sekolah itu yang berhadapan langsung dengan laut Samudra Indonesia kondisinya terus tergerus dan sangat berbahaya untuk digunakan karena sewaktu- waktu bisa saja amblas.

Pada 2020 lalu dinas terkait dan anggota DPRD telah meninjau lokasi , bahkan informasinya pasca-peninjauan ada perehaban penggantian atap gedung. Namun, hal itu belum cukup mengatasi kerusakan.

“Abrasi akibat hantaman gelombang laut terus menggerus lahan sekolah. Sehingga pemkab menganggarkan dana perehaban gedung sekolah yang masih memungkinkan untuk diperbaiki di APBD Perubahan 2022 ini. Selain itu, berencana membangun gedung di lokasi baru yang aman dari gelombang ombak pada 2023,” katanya.

Pihaknya juga sedang mengkaji permintaan guru SDN 43 Krui di Pekon Sukabanjar, Kecamatan Ngambur, untuk merelokasi sekolah. Sebab, akibat banjir yang menerjang pada Jumat, 14 Oktober 2022, mengakibatkan sejumlah sarana di sekolah tersebut rusak terendam air.

“Kami masih mengkaji permintaan itu karena saat ini seluruh wilayah di Pesisir Barat ini mengalami cuaca ekstrem dan mengalami bencana,” ujarnya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar