#BANSOS#BERITALAMPUNGSELATAN

Perbaikan DTKS di Lamsel Mencapai 98,38 Persen

( kata)
Perbaikan DTKS di Lamsel Mencapai 98,38 Persen
Operator Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan tengah melakukan rekapitulasi perbaikan data terpadu kesejahteraan sosial tahun 2021 -- (Foto:Lampost.co/Juwantoro)


Kalianda (Lampost.co) -- Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan menyelesaikan rekapitulasi perbaikan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) tahun 2021 mencapai 98,38 persen atau sebanyak 89.739 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Perbaikan data dilaksanakan menyusul adanya kebijakan baru dari Kementerian Sosial RI terhadap data terpadu kesejahteraan sosial yang harus dilakukan verifikasi data validasi ulang. Tujuannya untuk memulihkan kembali data DTKS. Sehingga menghasilkan validasi data yang sempurna  bermuara pada tepat sasarannya penerima bantuan sosial.

Kepala Dinas Sosial Lampung Selatan, Dulkahar, mengatakan, pelaksanaan verifikasi dan validasi data dilaksanakan sesuai perintah Menteri Sosial yang ditujukan kepada Bupati dan Walikota Seluruh Indonesia untuk melakukan percepatan perbaikan dan verifikasi kelayakan DTKS.

“Surat ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Verifikasi dan Kelayakan DTKS yang telah dilaksanakan sebelumnya pada Maret 2021. Karena hampir rata-rata Kabupaten/Kota di Indonesia belum merampungkan pelaksanaan Kelayakan dan Verifikasi Data secara sempurna,"ujar Dulkahar, melalui keterangan tertulis, Jumat, 30 April 2021.

Untuk diketahui, kata Dulkahar, Lampung Selatan pada tahap I pelaksanaan Verifikasi dan Kelayakan yang dilaksanakan pada Maret lalu baru merampung 53 % data DTKS dari jumlah 89.739 KPM. Dalam pelaksanaan ditahap II ini telah rampung 98,38 %.

Dia menjelaskan, dari 89.739 Kepesertaan terdiri dari 12.319 Penerima BPNT, 13.011 penerima BST dan 64.409 penerima PKH. Hasil  pemeriksaan yang dilakukan oleh Operator DTKS Lamsel per 29 April ini terealisasi 88.286 Kepesertaan atau 98,38%. Terdiri dari 11.918 KPM penerima BPNT, 12.984 KPM penerima BST dan 63.384 KPM penerima PHK.

Selain melaksanakan verifikasi kelayakan, tambah Dulkahar, Kementerian Sosial juga memberi ruang bagi Kabupaten/Kota untuk melakukan pengusulan nama baru kepesertaan penerima bantuan sosial.

Dia pun menyatakan untuk pengusulan nama baru calon kepesertaan penerimaan bantuan sosial dari 260 Desa di Lampung Selatan, tercatat hanya sekitar 28 ribu calon kepesertaan penerimaan bantuan yang diusulkan oleh desa.

Sementara itu, Plt Kepala Bidang Bantuan dan Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Lampung Selatan Beny Candra, mengatakan proses penentuan calon kepesertaan penerima data baru ini, tetap mengikuti prosedur penetapan kelayakan penerima sebagaimana yang tertuang dalam surat menteri Sosial Nomor:S-37/MS/C/1.7/DI.01/4/2021 tanggal 19 April 2021. Dimana dijelaskan tentang 11 indikator kriteria kemiskinan yang telah ditetapkan oleh Menteri Sosial.

“Kami hanya sebatas mengusulkan saja, sedangkan proses verifikasi dan validasi kelayakan pengusulan nama calon penerima bantuan ditentukan oleh Kementerian Sosial," ujarnya.

Untuk itu dia berharap desa–desa untuk mengajukan usulan saja. Karena slot pegajuan nama baru telah dibuka pada aplikasi SIKS NG Kementerian Sosial. Dia mengungkapkan, bagi data calon kepesertaan penerima bantuan baru yang lolos verifikasi dan kelayakan yang dilakukan oleh Kemensos nantinya nama-nama mereka akan dimasukan data DTKS yang sebagai penerima bantuan sosial.

”Tinggal melihat klasternya kemiskinannya saja nanti. Dari hasil Verval yang dilakukan Kemensos. Apakah masuk penerima PKH, BPNT atau BST. Kami menunggu saja,"ungkapnya.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar