#lampung#bandarlampung#galianpipa#proyekspam

Perbaikan Akibat Galian Pipa Wewenang Pelaksana Proyek

( kata)
Perbaikan Akibat Galian Pipa Wewenang Pelaksana Proyek
Lubang akibat penggalian untuk pemasangan pipa saluran air yang terdapat di Rajabasa. Dok. Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Rilau Bandar Lampung menegaskan penanganan penggalian tanah sebagai media pemasangan pipa penyalur air bukan wewenangnya. Itu merupakan wewenang PT Adhya Tirta Lampung (ATL) sebagai pelaksana kegiatan proyek.

Kepala Bagian (Kabag) Perencanaan PDAM Way Rilau Adnan mengatakan untuk teknis pengerjaan berikut perbaikan jalan akibat penggalian merupakan wewenang dari pelaksana proyek. “Jadi jika ada keluhan atau masalah bisa langsung disampaikan ke pelaksana (ATL). Mereka juga ada konsultan dan pengawas atau bisa juga melalui kami (PDAM) nanti akan kami sampaikan kepada pelaksananya,” ujarnya, Selasa, 10 Desember 2019.

“Jadi yang masalah jalan turun atau hal lainnya terkait pemasangan pipa itu yang menangani dan mengganti seperti semula itu adalah ATL sebagai pelaksana. Jika warga ingin melaporkan keluhan langsung ke kantornya di daerah Tegineneng. Tunjukin mana saja jalan yang amblas dan minta diperbaiki bisa ke mereka (ATL),” katanya.

Dia menjelaskan untuk proyek pengerjaan pemasangan pipa penyaluran air itu merupakan proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), dan termasuk proyek strategis nasional (PSN) yang salah satu adalah SPAM Lampung.

“Nah untuk SPAM Lampung ini dari hulu sampai ke reservoir itu adalah wewenang atau pelaksananya badan usaha atau swasta. Mereka yang mengerjakan termasuk sampai proses distribusinya di 3 kecamatan, yaitu Rajabasa, Kedaton, dan Labuhanratu dan saat ini sedang dikerjakan,” katanya.

Dia menambahkan untuk pengerjaan pemasangan pipa distribusi air yang sedang dikerjakan saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. “Mulai dari pemasangan pipa distribusi sampai saat ini telah telaksana sekitar 90 persen. Sisanya saat ini kami sedang meminta perizinan dari Balai Jalan Negara,” kata dia.  

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar