#tahunbaru

Perayaan Tahun Baru Dilarang, Pendapatan Pedagang Kembang Api Merosot

( kata)
Perayaan Tahun Baru Dilarang, Pendapatan Pedagang Kembang Api Merosot
Pedagang petasan di Jalan Pangeran Antasari, Kedamaian, Bandar Lampung, Jumat, 31 Desember 2021. Lampost.co/Andi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sejumlah pedagang petasan mulai ramai di sepanjang Jalan Pangeran Antasari, Kedamaian, Bandar Lampung, Jumat, 31 Desember 2021.


Berbagai jenis petasan dijajakan dengan harga mulai dari Rp100 sampai Rp5.000 yang biasanya digunakan warga untuk merayakan tahun baru 2022.

Namun, sejumlah pedagang justru mengeluh. Sebab, di momen saat ini pendapatannya mengalami penurunan drastis. Hal itu dampak dari pelarangan perayaan pesta kembang api pada malam pergantian tahun baru. 

"Jualan kembang api nggak seramai dulu, karena ada larangan menyalakan kembang api saat malam tahun baru. Jadi penjualan menurun," ujar Hamdani, pedagang kembang api.

Meski begitu, dia tetap memilih berjualan kembang api. Sebab, masih ada beberapa warga yang membeli kembang api untuk merayakan tahun baru. 

Selain kembang api, dia bersama rekannya juga menjual berbagai bentuk terompet dengan ukuran kecil hingga besar. 

"Harga terompet Rp10 ribu sampai Rp25 ribu. Tergantung ukuran dan bentuk terompet," tandasnya.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar