#Kesehatan#Keperawatan#Malpraktik

Perawat Mesti Paham Konsep Malpraktik

( kata)
Perawat Mesti Paham Konsep Malpraktik
Seminar Perlindungan Hukum Terhadap Perawat dalam Menjalankan Tugas Profesi, Sabtu, 21 Desember 2019. (Foto: Umar Robani/Lampost.co)

Bandar Lampung (lampost.co) -- Perawat harus memahami konsep malpraktik agar tidak tersangkut persoalan hukum dalam menjalankan tugas. Hal itu terungkap dalam Seminar Perlindungan Hukum Terhadap Perawat dalam Menjalankan Tugas Profesi, Sabtu, 21 Desember 2019.

Seminar yang digelar Ikatan Keluarga Alumni Magister Hukum Universitas Bandar Lampung (IKA MH UBL) tersebut mengundang sejumlah materi antara lain Ketua DPP PPNI Harif Fadhillah, Polda Lampung AKBP I Made Kartika, Akademisi Kesehatan M Fakih, dan Ahli Hukum Pidana Bambang Hartono.

Dalam kesempatan itu, Harif Fadhillah menjelaskan soal perlindungan dan advokasi hukum terhadap perawat. Untuk mendapat perlindungan hukum, seorang harus sedang dalam menjalani proses hukum dan dalam posisi tidak melanggar hukum. "Jika terpenuhi kedua syarat itu, maka seorang bisa mendapat perlindungan hukum," tuturnya.

Ia juga menjelaskan, perawat juga mesti paham soal konsep malpraktik medik dan legalitas kerja profesi. Selain itu, cara kerja hukum pun mesti dipahami oleh perawat."Hal itu untuk mencegah kita (perawat) melakukan kesalahan legalitas dan digugat ke jalur hukum," kata Harif.

Hal itu didukung oleh penjelasan AKBP I Made Kartika dalam pembahasannya. Dalam mengerjakan tugas perawat mesti bertanggungjawab. Maksudnya, tetap mementingkan urusan formil dalam bertugas. "Persoalan formil termasuk perizinan ini penting, jika tidak dipikirkan maka akan menjadi kesalahan," jelasnya.

Pemateri lainnya, Dr M Fakih MH MS menyebut kesalahan biasa disebabkan karena kelalaian. Agar dianggap sebagai kelalaian perbuatan seseorang haruslah memenuhi unsur pokok.

Unsur pokok yang dimaksud adalah adanya pengabaian pada suatu yang mestinya dikerjakan. Adanya kewajiban kehati-hatian namun tidak dijalankan. Kemudian, lanjut dia, adanya kerugian bagi orang lain.

"Yang terakhir adanya hubungan sebab akibat perbuatan yang dilakukan atau tidak dengan kerugian yang timbul," terang Fakih.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar