#LAMTIM

Perangkat Desa Gelar Aksi di Depan Kantor Pemda Lamtim

( kata)
Perangkat Desa Gelar Aksi di Depan Kantor Pemda Lamtim
Massa melakukan aksi di lapangan depan kantor Bupati Lampung Timur, Senin, 21 November 2022. Lampost.co/Arman Suhada


Sukadana (Lampost.co) -- Massa yang tergabung dalam Aliansi Perangkat Pemerintah Desa Bersatu Kabupaten Lampung Timur menggelar aksi damai di lapangan depan kantor Bupati Lampung Timur, Senin, 21 November 2022.

Sekitar 100 orang massa aksi yang mengaku gabungan dari perangkat desa, linmas dan RT, berdiri dan manyampaikan aspirasinya di halaman tersebut.

Aksi tersebut berlangsung pada pukul 10.00 WIB. Terlihat beberapa spanduk yang dibawa oleh massa aksi bertuliskan 'AAPD Mundur saja pak bupati kami tidak butuh janji yang kau ingkari'.

Untuk pengamanan sebanyak 251 personel diturunkan dalam aksi tersebut. Mereka terdiri dari 186 anggota kepolisian, 30 TNI, dan 35 Satpol PP.

Orator aksi, Ibrahim menyampaikan aksi tersebut bertujuan menyampaikan aspirasi dari para perangkat desa, linmas, RT dan lainnya. "Tuntutan Aparatur Pemerintahan Desa Bersatu Kabupaten Lampung Timur, pertama agar bapak Bupati Lampung Timur melaksanakan Peraturan Bupati Lampung Timur No. 02 tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD) 2022," kata Ibrahim.

"Lalu, kami menolak revisi peraturan Bupati No. 2 tahun 2022, ketiga, segera bayarkan insintif Lembaga BPD, RT, Linmas, LPM, dan Operator Desa 8 bulan secara penuh," kata dia.

"Segera dibayarkannya kewajiban SILTAP Oktober 2022 sesuai kesepakatan bersama antara bupati Lampung Timur dan Inspektur Jendral Kementrian Dalam Negeri serta yang terakhir, segera keluarkan No Induk perangkat desa (NIPD)," kata Ibrahim saat menyampaikan tuntunannya.

Selain itu, ia juga meminta bupati untuk menemui pihak aksi damai tersebut. "Kami meminta bupati untuk menemui kami semua disini, karena kami kesini ingin meminta hak kami yang belum terbayarkan," kata dia.

Hingga pukul 14.45 WIB, massa masih bertahan di lapangan depan kantor Bupati Lampung Timur, dan belum ada juga dari pihak Pemda yang menanggapi aksi tersebut.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar