kekerasanseksual

Perangi Kekerasan Seksual di Tengah Masyarakat Melalui Edukasi

( kata)
Perangi Kekerasan Seksual di Tengah Masyarakat Melalui Edukasi
dok Lampost.co


Jakarta (Lampost.co) --  Kekerasan seksual adalah masalah yang masih banyak terjadi di tengah-tengah kita. Untuk itu, kita perlu untuk memeranginya dari sekarang, dimulai dari mengedukasi masyarakat.

Wawan Suwandi selaku Public Relations Yayasan Pulih menjelaskan bahwa, edukasi publik masih perlu banyak dilakukan. Sebab masih banyak orang yang belum memahami atau menyadari budaya yang tidak adil terkait gender, dan masih banyak orang yang belum memahami RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Bahkan ada yang termakan hoaks tentang RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

Suwandi pun melanjutkan bahwa, situasi ini terjadi karena saat ini dominasi patriarki masih sangat kuat. Beberapa orang masih menerapkan toxic masculinity seperti:

-Adanya budaya permisif terhadap perilaku kekerasan seksual (KS) terutama di kalangan laki-laki. Pelaku menganggap menaklukkan korban sebagai wujud dari lelaki sejati (sebagian besar pelaku KS laki-laki).

-Seringkali pelaku tidak menyadari bahwa pelecehan seksual adalah perbuatan yang mengganggu dan salah, misalnya catcalling.

-Sebagian pelaku justru berasumsi bahwa berani menggoda perempuan sebagai wujud dari lelaki sejati.

-Masih banyak orang yang menyalahkan korban KS.

-Proses penegakan hukum yang masih jadi pekerjaan rumah.

Alhasil kekerasan seksual banyak terjadi dan tak ditanggulangi dengan baik. Untuk itu perlu dilakukan sesuatu di sini. Ada beberapa hal yang dibutuhkan seperti:

1. Dukungan Penanganan FISIK dan Hak Kesehatan Seksual Reproduksi (HKSR)

2. Dukungan Psikologis.

3. Dukungan Sosial (dukungan lingkungan, bebas dari stigma dan reviktimisasi).

4. Dukungan akan Keadilan dan Perlindungan Hukum ke Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

“Di dalam RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, korban akan menerima penanganan, perlindungan, serta pemulihan yang dapat membantu korban menjadi lebih baik," ungkap Suwandi dalam Webinar The Body Shop Merespons Darurat Kekerasan Seksual di Indonesia.

Untuk itu, menurut Suwandi, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual harus segera disahkan, demi menekan laju kasus-kasus kekerasan seksual, dan memulihkan korban kekerasan seksual.

“Sebagai warga negara, kita bisa secara bersama-sama berjuang mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, salah satunya dengan menandatangani petisi online yang digagas oleh The Body Shop Indonesia, yang nantinya akan diajukan ke Komisi VIII DPR RI” kata Suwandi.
 

Medcom







Berita Terkait



Komentar