cekfaktakabarbohongmediagroup
Berita Bohong

Perangi Hoaks, Jurnalis Media Group Dilatih Cek Fakta

( kata)
Perangi Hoaks, Jurnalis Media Group Dilatih Cek Fakta
Pemimpin Redaksi Medcom.id Budiyanto saat membuka pelatihan cek fakta, Kamis, 14 November 2019. Lampost.co/Adi Sunaryo

JAKARTA (Lampost.co) -- Dalam rangka berkomitmen memerangi penyebaran berita bohong atau hoaks yang membludak di era teknologi kemajuan saat ini, Media Group bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Internews, dan Google News Initiative, melaksanakan training cek fakta di Learning Center lantai 8, Gedung Media Group Academy, Kedoya, Jakarta Barat, Kamis, 14 November 2019.

Kegiatan training cek fakta yang digelar hingga, Jumat 15 November 2019 ini, dibuka langsung oleh Pemimpin Redaksi Medcom.id Budiyanto dan diikuti puluhan jurnalis dari Media Group News yakni Media Indonesia, Metro TV, Medcom.id, dan Lampung Post.

Training ini akan mengasah keterampilan peserta dalam memanfaatkan sejumlah tools online (daring) untuk melakukan verifikasi daring atas beragam informasi yang terindikasi hoaks, serta melakukan pengecekan kebenaran rumor yang beredar di dunia maya.

Budiyanto mengatakan, sebagai kontrol pemberitaan yang tersebar di masyarakat, media massa wajib menyiarkan atau menerbitkan pemberitaan yang sesuai dengan fakta. Begitupun dalam menangkal dan memerangi informasi-informasi yang saat ini banyak bertebaran di media sosial.

"Itulah tugas media massa untuk meluruskan informasi salah melalui cek fakta," kata dia.

Pelatihan training cek fakta di hari pertama ini diisi oleh pemateri Editor Senior KLY, Nurfahmi Budiyarto dan Tim Fact Checker Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Aribowo Sasmito.

Aribowo mengatakan pentingnya mengungkap kebenaran informasi dengan melakukan verifikasi atau menelusuri informasi atau artikel terindikasi hoaks yang tersebar media sosial, mulai dari asal usul, sumber, lokasi, waktu, dan motivasi konten hingga keaslian akun pengguna media sosial yang menyebarkan konten.

Menurutnya, sebagai media massa jangan hanya mencari keuntungan untuk meningkatkan jumlah pengunjung atau pembaca berita. Tetapi mampu menjadi media yang mampu menjadi kontrol sosial.

Winarko

Berita Terkait

Komentar