#rusiaukraina#internasional

Perang di Ukraina Dinilai Dapat Picu Resesi Global

( kata)
Perang di Ukraina Dinilai Dapat Picu Resesi Global
Kantor World Bank. AFP/MANILA BULLETIN


Washington (Lampost.co) -- Presiden Bank Dunia David Malpass menyatakan perang Rusia di Ukraina yang memberikan dampak terhadap harga-harga pangan dan energi, serta ketersediaan pupuk, dapat memicu resesi global.


Malpass mengatakan pada sebuah acara yang diselenggarakan Kamar Dagang AS bahwa ekonomi Jerman, terbesar keempat di dunia, telah melambat secara substansial. Sebab, harga-harga energi yang lebih tinggi, dan mengatakan pengurangan produksi pupuk dapat memperburuk kondisi di tempat lain. 

"Ketika kita melihat PDB global sulit sekarang untuk melihat bagaimana kita menghindari resesi," kata Malpass, dilansir dari Antara, Kamis, 26 Mei 2022.

Baca juga: Ukraina Sebut Putin Selamat dari Percobaan Pembunuhan

Dia tidak memberikan ramalan khusus. Dirinya mengatakan ekonomi Ukraina dan Rusia sama-sama diperkirakan mengalami kontraksi yang signifikan. Sementara Eropa, Tiongkok, dan Amerika Serikat mengalami pertumbuhan yang lebih lambat.

Negara-negara berkembang semakin terpukul karena kekurangan pupuk dan stok makanan serta pasokan energi. "Gagasan harga energi dua kali lipat cukup untuk memicu resesi dengan sendirinya," kata dia.

Di Tiongkok, perlambatan pertumbuhan yang relatif tajam didasarkan pada pandemi covid-19, inflasi, dan krisis real estat yang ada sebelumnya yang dihadapi negara itu. Bank Dunia bulan lalu memangkas perkiraan pertumbuhan global untuk 2022 hampir sebesar persentase poin penuh, menjadi 3,2 persen dari 4,1 persen.

Hal itu dampak dari invasi Rusia ke Ukraina. Kendati demikian, Malpass tidak memberikan rincian tentang kapan resesi global bisa dimulai.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar