#buras#perangdagang#dolaras

Perang Dagang Buat AS Kedodoran!

( kata)
Perang Dagang Buat AS Kedodoran!
H. Bambang Eka Wijaya. (Foto: Dok/Lampost.co)


MEMICU perang dagang dengan menaikkan tarif impor dari negara-negara sekutu dan rival dagang, justru AS kedodoran dengan defisit perdagangan pada Oktober 2018 naik 1,7% jadi 55,5 miliar dolar AS (Rp806 triliun). Defisit didorong impor yang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, kata Departemen Perdagangan AS.

Ini ironi perang dagang yang disulut Trump dengan tujuan mempersempit defisit yang dia sebut penyebab hilangnya pekerjaan di dalam negeri.

Defisit perdagangan barang dengan Tiongkok, lawan utama perang dagangnya, juga naik 2% menjadi 38 miliar dolar AS karena ekspor utama seperti kedelai mengalami penurunan. Jumlah itu disesuaikan secara musiman. Bila tak disesuaikan, defisit perdagangan barang AS-Tiongkok mencapai rekor sepanjang masa sebesar 43,1 miliar dolar AS. Demikian CNBC mengutip AFP (7/12/2018).

Washington dan Beijing menetapkan tarif tinggi bea masuk terhadap barang-barang kedua negara senilai lebih dari 300 miliar dolar AS dan mengunci kedua negara dalam konflik pahit yang sejauh ini mengguncang industri dan menurunkan laba perusahaan.

Dua kekuatan ekonomi dunia itu awal Desember di Argentina menyepakati gencatan senjata 90 hari sembari menyelesaikan keluhan Trump tentang praktik perdagangan yang tidak adil.

Defisit AS yang justru meningkat pada era perang dagang terjadi akibat warga Amerika membeli lebih banyak obat dan produk otomotif dari luar negeri serta berlibur lebih banyak, mengambil manfaat dari penguatan mata uang dolar AS.

Nilai aktivitas perjalanan yang dilakukan warga Amerika meningkat hingga 200 juta dolar AS dan membuat impor jasa AS mencatat rekor 46,9 miliar dolar AS. Defisit barang juga mencetak rekor tertinggi mencapai lebih dari 78 miliar dolar AS. Impor barang dan jasa AS juga mencapai rekor tertinggi, naik 1,5% menjadi 266,5 miliar dolar AS. Impor kendaraan juga mencapai level tertinggi di 31,8 miliar dolar AS.

Untuk periode Januari—Oktober 2018, total defisit perdagangan AS naik lebih dari 11% dibanding dengan periode sama tahun lalu. Ekspor kedelai AS yang disasar bea masuk balasan Tiongkok turun lagi 800 juta dolar AS pada Oktober. Ekspor pesawat terbang dan suku cadang, yang juga sensitif dalam perdagangan, turun 600 juta dolar AS.

Perang dagang yang disulut Trump merontokkan harga saham Wall Street, hingga perusahaan teknologi Facebooks, Google, Apple, Amazon kehilangan nilai sahamnya lebih 20%. Setelah gencatan senjata, bursa Wall Street pulih kembali.

H. Bambang Eka Wijaya







Berita Terkait



Komentar