#economiccorner#ekonomilampung

Peran Perbankan dalam Permodalan UMKM Perlu Dioptimalkan

( kata)
Peran Perbankan dalam Permodalan UMKM Perlu Dioptimalkan
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung, Nairobi dalam program Economic Corner Metro TV. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pandemi covid-19 turut memberi dampak pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Diperlukan upaya untuk mendorong pelaku ekonomi kerakyatan ini agar tetap bisa berkembang. Peran perbankan dalam permodalan pelaku UMKM sangat dibutuhkan.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (Unila) Nairobi berpendapat, peran perbankan sangat strategis dalam membangun pendanaan stimulus geliat UMKM. Saluran dana ini bisa menyasar untuk usaha besar, usaha menengah, dan usaha kecil, bahkan usaha super kecil di masyarakat. Meskipun kekurangan usaha kecil adalah sering terkendala persyaratan, seperti usahanya belum berjalan dua tahun, belum ada legalitas formal, tidak punya jaminan, dan prospek usaha belum layak.

"Maka diperlukan sentuhan peran perbankan dan pemerintah untuk membantu. Program-program bantuan permodalan, kredit usaha rakyat (KUR) dan stimulus lain perlu diberikan," kata Nairobi dalam program Economic Corner Metro TV Lampung bersama Wakil Pimpinan Redaksi Lampung Post, Dominikus Widodo.

Baca: Kestabilan Kondisi Kesehatan Dinilai akan Percepat Pertumbuhan Ekonomi

 

Ia mengatakan, produk perbankan yang bisa ditawarkan untuk UMKM di antaranya kredit usaha kecil, kredit usaha menengah dan kredit usaha besar.  Bahkan pemerintah sudah memiliki program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Nairobi menilai, saat ini kendala yang dialami pelaku UMKM ini beragam mulai dari belum menemukan arah target yang akan diusahakan dan orientasi bisnis yang masih bersifat tanggung. Ditambah lagi,  belum memiliki wawasan arah market sehingga dana yang dimiliki belum digunakan secara maksimal.

Bank Indonesia (BI) juga saat ini mengajak perbankan untuk berhati-hati menjalankan akivitasnya, begitu pula Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di masa krisis ini, Kementerian Koordinator Bidang Perkonomian juga terus melakukan langkah-langkah untuk pemulihan. Kemudian pembiayaan inklusif yang merata bagi semua kelompok golongan masyarakat juga dilakukan agar ekonomi bangkit.

"Untuk di Lampung, kredit usaha mengalami penurunan untuk kredit usaha mikro khususnya. Maka perbankan harus bisa mendorong perekonomian," katanya.

Oleh sebab itu ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan perbankan  aktif melakukan pendampingan terhadap UMKM dan mencarikan jalan keluar. Termasuk memberikan pengetahuan peluang dan potensi bisnis baru. Pelatihan ke arah digitalisasi juga harus dilakukan agar pelaku UMKM bisa terus mengembangkan usahanya.

"Kasihan bila tidak ada pendampingan, nanti menimbulkan masalah sosial baru seperti meningkat angka pengangguran. Pak Gub juga terus mendorong Smart Village dan memasarkan produk ekonomi kerakyatan kearah digitalisasi, BI juga aktif mengkampanyekan QRIS. Agar ekonomi hidup," katanya.

Economic Corner merupakan program mingguan Metro TV Lampung yang mengupas berbagai isu ekonomi terkini. Program ini didukung oleh IDX Lampung, FEB Universitas Lampung, Radisson Lampung Hotel, Kanwil DJBC Sumatra Bagian Barat, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL).

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar