polrijamaahislamiyah

Peran 4 Terduga Jaringan JI di Lampung Versi Mabes Polri

( kata)
Peran 4 Terduga Jaringan JI di Lampung Versi Mabes Polri
Rumah Sul, di Panjang Utara.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Mabes Polri angkat bicara terkait penangkapan 4 terduga jaringan radikal dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI), yang diamankan di Lampung, pada 6-7 november 2020.

Karopenmas Divhumas Mabes Polri, Brigjen. Pol. Awi Setiyono memaparkan peran para terduga jaringan radikal tersebut.

Pertama SA  alias DAV (35)  seorang pengusaha bengkel las, ia diamankan di kediamannya, yang terletak di Jalan Kucing, Kelurahan Purwosar,  Kecamtan Metro Utara, Kota Metro Lampung, pada jumat 6 november 2020 sekitar pukul 16.43. Dari tempatnya diamankan barang bukti sekitar 11 jenis, namun  Mabes Polri tak memaparkannya.

" ia merupakan anggota kelompok Jamaah Islamiah dari di bidang Kosin, yang tergabung dalam kelompok IMARRUDIN (Banten) di bawah kepemimpinan Para Wijayanto yang di duga sebagai Kosin Wilayah Lampung," ujarnya, Minggu 8 november 2020.

Kemudian Sul, (45), seorang pedagang roti diamankan warga di jalan Soekarno Hatta, Kampung Pidada II, Panjang Utara, Panjang Bandar Lampung, pada sabtu 7 november 2020 pukul 12.10, di jalan Tanjung Pura, Panjang Utara. Ada 25 jenis barang bukti yang diamanlan dari Sul.

"(Sul) Merupakan Bendahara Struktur  (semacam lembaga pendidikan Jaringan Radikal) Lampung," paparnya.


Kemudian dua orang yang diamankan di Pringsewu yakni I ( 44) alias BAK seorang pedagang, yang tinggal di Jalan Budiutomo, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung.  Ia ditangkap pada Sabtu, 07 November 2020 Pukul 12.15 WIB di kediamannya. Total ada 10 jenis barang bukti yang diamankan dari I.

Lalu RK alias RG (34), seorang karyawan Swasta, ia diamankan pada  Sabtu, 07 November 2020 Pukul  15.22 WIB  di jalan Wonokriyo, Kelurahan Wonodadi, Kecamatam Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung.  Ada 10 jenis barang bukti yang diamankan dari pelaku.

" I keterlibatannya Pemberian Dana Kepada  (Kelompok) Imarudin, RK Merupakan Sekretaris Struktur ADIRA LAMPUNG," paparnya.

Saat ini, empat orang tersebut masih diperiksa hingga maksimal 14 hari ke depan  Berdasarkan pasal 28 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018,  atas Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme ,  guna menentukan status para terduga.

"batas waktu penangkapan 14 hari sesuai pasal 28 ayat (1) UU No 5/2018, bisa minta perpanjangan 7 hari ke Ketua PN kalau tdk cukup pasal 28 (2), namun kalau bukti permulaan cukup penyidik juga akan secepatnya menetapkan status tersangka, tidak harus menunggu 14 atau 21 hari," katanya.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar