#bts#pad#tubaba

Peralihan BTS Hambat Penagihan Pajak Retribusi Tubaba

( kata)
Peralihan BTS Hambat Penagihan Pajak Retribusi Tubaba
Base transceiver station (BTS). Ilustrasi


Panaragan (Lampost.co) -- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfotik) Tulangbawang Barat (Tubaba) menemukan base transceiver station (BTS) telekomunikasi yang beralih kepemilikan dengan alamat tidak sesuai dengan site BTS yang ada.

Peralihan dari perusahaan satu ke perusahaan lainnya tanpa laporan kepada dinas terkait itu berdampak pada tidak tercapainya penagihan pajak retribusi sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD).

“Pelaporan peralihan membuat pemerintah tidak harus menagih ke perusahaan yang lama. Makanya, kami harus punya data terbaru agar dapat menagih ke perusahaan pemilik BTS sekarang," kata Kepala Seksi Telekomunikasi Diskominfotik Tubaba, Lisbet, di ruang kerjanya, Senin, 29 Maret 2021.

Untuk itiu, pihaknya berkomunikasi dengan pemilik BTS dan berharap Dinas Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dapat mendata ulang perizinan yang diterbitkan dan mengimbau perusahaan untuk dapat melengkapi rekomendasi dari Diskominfotik.

Dia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 90 BTS di Tubaba yang berpotensi menyumbang PAD. Selain BTS, pihaknya sedang menggodok regulasi penarikan retribusi tower triangle di seluruh Tubaba.

"Sekarang yang lagi marak triangle, ini juga sedang dibicarakan terkait regulasinya. Kalau BTS sudah berjalan, kami berharap semua yang melakukan usaha harus memiliki izin dari Pemkab dan pusat," kata, Lisbet, Senin (29/3/2021).

Menurutnya regulasi triangle diperlukan sebagai payung hukum ketika ingin menarik retribusi pajak dengan fungsinya berbagai jaringan, seperti radio dan wireless Wi-Fi.

"Selama ini banyak tower triangle berdiri, tetapi sama sekali belum tersentuh. Padahal ini salah satu peluang untuk peningkatan PAD. Harapannya tahun depan sudah mulai diterapkan dan bisa menambah PAD kabupaten," ujarnya.

Selain itu, Pemkab juga menerima laporan dari balai monitoring dan frekuensi radio. Adapun di Tubaba hanya terdapat enam stasiun radio terdaftar dan selebihnya belum terdaftar dan tidak memiliki izin siaran radio.

"Kami berharap setiap kecamatan dapat mendata ulang jaringan radio di seluruh wilayahnya masing-masing," kata dia.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar