#PERAJIN

Perajin Rotan Berharap Bantuan Pemerintah untuk Tambahan Modal Usaha

( kata)
Perajin Rotan Berharap Bantuan Pemerintah untuk Tambahan Modal Usaha
Dua perajin rotan di Jalan Ponorogo, Telukbetung Utara, Bandar Lampung sedang membuat furniture. Lampost.co/Zainuddin


Bandar Lampung (Lampost.co) – Tono (67) adalah salah satu perajin rotan yang mampu bertahan setelah dihantam pandemi covid-19 dua tahun terakhir. Meski harus mengurangi produksi karena kehabisan modal, kakek itu tetap berusaha agar usahanya tidak tutup.

Tempat usaha kakek Tono beralamat di Jalan Diponegoro No.3, Sumur Batu, Kecamatan Telukbetung Utara, Kota Bandar Lampung. Ia menggeluti kerajinan furniture rotan sejak 1994 hingga kini.

Awalnya, dia bekerja di Cirebon Jaya, namun setelah tutup,ia memutuskan membuka usaha sendiri. “Saya bisa buat kerajina ini dari turun temurun. Dari kakek saya sudah buat kerajinan ini di Jawa. Saya hanya meneruskan saja keahlian membuat kerajinan dari rotan ini,” kata dia, Rabu, 02 Nopember 2022.

Namun pada saat pandemi, Tono terpaksa merumahkan dua karyawan permintaan menurun dan produksi dikurangi. “Kami bikin sendiri. Kami menerima pesanan dan juga menerima servis. Jadi tidak tergantung dari orang lain,” kata dia.

Untuk  bahan baku , lanjut Tono, didatangkan dari Pulau Jawa (Cirebon). “Karena di sana merupakan salah satu pusat kerajinan rotan. Kalau dari sana kami tinggal mengolah saja. Kalau untuk lokal (Lampung) belum ada, mungkin karena harus ada izin dari pihak kehutanan. Lokasinya juga harus lebar karena rotan ini kan perlu di oven atau dijemur,” kata dia.

Kakek Tono sangat mengharapkan ada bantuan dari pemerintah untuk menambah modal usahanya. Saat ini modal usahanya bersumber dari pinjaman bank. "Kalau dari dana UMKM saya belum pernah dapat,” kata dia.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar