#umkm#bbm

Perajin Oven Kue di Bandar Lampung Keluhkan Harga Bahan Baku Terkerek BBM

( kata)
Perajin Oven Kue di Bandar Lampung Keluhkan Harga Bahan Baku Terkerek BBM
Perajin oven kue di Jalan P Antasari, Tanjungbaru, Kedamaian, Bandar Lampung, Jumat 9 September 2022. Lampost.co/Andi Apriadi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Perajin oven, loyang, dan cetakan kue di Bandar Lampung mengaku sangat terdampak penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Pasalnya, material pembuatan oven turut mengalami kenaikan. 

Salah satu perajin oven, Rohmat Miswandi mengatakan, nyaris semua harga bahan baku pembuatan oven dan cetakan kue terkerek naik.

"Almunium, kawat, bahkan plastik, semuanya ikut naik," ujarnya, Jumat, 9 September 2022.

Baca: Dampak Penaikan BBM, Hasil Tangkapan Nelayan Lampung tak Sebanding dengan Modal

 

Rohmat menjelaskan, harga bahan baku pembuatan oven mengalami kenaikan sebesar Rp5 ribu sampai Rp10 ribu. 

"Harga kawat satu rol sebelumnya Rp830 ribu, sekarang Rp840 ribu. Sedangkan almunium tadinya Rp92 ribu menjadi Rp97 ribu. Begitu juga plastik ukuran 15×25 sebelumnya Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per pak," terangnya.

Meski bahan baku mengalami kenaikan, namun ia mengaku belum berani meninggikan harga jual oven maupun cetakan kue lainnya. 

"Mau menaikkan harga juga susah, konsumen tahunya murah. Kami mau kecilkan bahan juga susah," paparnya.

Dia menambahkan, kenaikan barang-barang tersebut juga turut membuat daya beli masyarakat menurun drastis. Ia berharap ada bantuan dan solusi dari pemerintah agar para pelaku usaha kecil tidak gulung tikar.

"Operasional pada naik, sedangkan daya beli menurun. Kalau harga BBM naik, tapi penjualan ramai itu bagus. Selain itu sepi pembeli juga karena anak-anak sudah masuk sekolah jadi biayanya untuk keperluan sekolah," katanya.

Sobih AW Adnan








Berita Terkait



Komentar