keripikpandemi

Perajin Keripik di Lampura Mampu Bertahan Saat Pandemi

( kata)
Perajin Keripik di Lampura Mampu Bertahan Saat Pandemi
Caption; pengolahan kripik singkong yang dilakukan anggota kelompok PKK "Asoka" Rt 03, Rw 06, Dusun Madyodadi, Desa Kemalo Abung, Kecamatan Abung Selatan, Fitriyani, di sentra produksi sekaligus dikediamannya, Selasa (7-7-2020). LAMPUNG POST/YUDHI HA

Kotabumi (Lampost.co) -- Di masa pandemi covid-19, omset perajin keripik mengalami penurunan.  Tapi, tidak menjadikan usaha rumahan yang digeluti itu rontok.  Para pelaku usaha industri kecil menengah (IKM) berusaha bertahan.

"Sebelum pandemik covid-19, seminggu rata-rata penjualan keripik singkong berkisar 50 kg. Selama masa pandemik, omzet penjualan turun. Untuk menjual 50 kg keripik, paling tidak sekitar dua minggu" ujar pengrajin kripik singkong, anggota kelompok PKK Asoka RT 03, Rw 06, Dusun Madyodadi, Desa Kemalo Abung, Kecamatan Abung Selatan, Fitriyani, di sentra produksi sekaligus di kediamannya, Selasa, 7 Juli 2020.

Keripik singkong yang diproduksi ada dua rasa yakni gurih dan rasa pedas. Untuk penjualan, dia menyetor hasil olahan keripik itu ke KUD di desa dan menitipkan ke warung-warung kecil di seputar desanya.  

"Penjualan keripik saat ini masih di lingkup tiga desa. Selain Desa Kemalo Abung, serta dua desa tetangga, yakni; Desa Trimodadi dan Desa Ratu Abung," kata dia. 

Harga perkg singkong makan sebagai bahan baku pembuatan keripik, Rp2 ribu/kg. Untuk penjualan keripik per 2 ons ke konsumen, dibandrol Rp7 ribu. 
Sementara keuntungan yang diraih sebesar 30 persen setelah dipotong modal dan biaya lainnya, seperti pembelian minyak goreng, plastik serta bahan bumbu keripik. 

"Saya berharap usaha ini terus maju serta  berkembang selain itu  dapat menjadi saluran berkat bagi orang lain," kata dia. 

Disinggung kendala guna pengembangan usaha rumahan yang digeluti mulai 2015 lalu, secara lugas dia menjawab, modal. Hanya saja, dia tidak berharap banyak dari lembaga-lembaga keuangan yang ada. 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar