#pembunuhan#Pertikaian#sengketa

Peradi Sayangkan Pasal yang Dipakai dalam Sidang Pembunuhan di Anak Tuha

( kata)
Peradi Sayangkan Pasal yang Dipakai dalam Sidang Pembunuhan di Anak Tuha
Pengacara kasus pembunuhan di Lampung Tengah saat memberi keterangan di kantornya, Jumat, 2 Juli 2021. Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pos Bantuan Hukum (PBH) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Bandar Lampung, yang mendampingi perkara dugaan pembunuhan berencana di Lampung Tengah (Lamteng) meminta penegak hukum memberikan ganjaran kepada pelaku dengan seberat-beratnya. 

Sidang perdana kasus pertikaian buntut sengketa lahan yang menewaskan korban atas nama Abdul Rahman (60) , warga Kampung Bumi Aji dan Edison Raka (40), warga Kampung Haji Pemanggilan, Kecamatan Anaktuha digelar secara virtual dengan membacakan surat dakwaan. 

Penasehat hukum korban, Debi Oktarian meminta penegak hukum Pengadilan Negeri (PN) Gunungsugih dan Kejaksaan Negeri Lamteng memutuskan perkara dengan seadil-adilnya. 

"Korban merupakan tulang punggung keluarga dan masih mempunyai anak kecil. Jadi kami mohon kepada penegak hukum bertindak seadil-adilnya dalam memutuskan perkara ini," ungkap Debi saat ditemui Kantor PBH Peradi, Jumat, 2 Juli 2021.

Baca: Keluarga Korban Duga Pembunuhan di Anak Tuha Direncanakan

 

Dia mengatakan, penegak hukum juga berkewajiban merinci perkara karena diduga kuat masuk pada materi kasus pembunuhan berencana. Sayangnya, kata dia, pasal yang dicantumkan dalam dakwaan hanya Pasal 338 pembunuhan biasa. 

"Perkara ini menurut kami adalah pembunuhan berencana. Mengapa hanya Pasal 338 yang disangkakan?," katanya. 

Belum lagi, kata Debi, di lapangan ditemukan absensi pengumpulan massa untuk melakukan penyerangan terhadap korban di lokasi kejadian. 

"Kami sudah memberi tahu penyidik kepolisian bahwa sebelum terjadi pembunuhan memang sudah direncanakan. Sudah ada tanda tangan para tersangka yang dilampirkan dalam absensi untuk mengumpulkan massa,” terangnya. 

Sebelumnya diberitakan, pertikaian warga terjadi di Kampung Bumi Aji, Kecamatan Anak Tuha hingga mengakibatkan dua orang tewas pada Kamis, 14 Januari 2021. Peristiwa berawal saat kedua korban mendatangi lahan yang menjadi sengketa di Kampung Bumi Ilir. Keduanya bertemu sejumlah warga yang juga mengklaim sebagai pemilik lahan.

Selang beberapa menit, kedua pihak terlibat cekcok yang berujung perkelahian hingga menewaskan kedua korban.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar