#kesehatan#Pepsondent#Unilever#BulanKesehatanGigiNasional2017

Pepsodent Ajak Ibu-Ibu Sikapi Tren Camilan Perusak Gigi

( kata)
Pepsodent Ajak Ibu-Ibu Sikapi Tren Camilan Perusak Gigi
Yayasan Unilever Indonesia bersama PDGI dan Afdokgi menggelar media briefing Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2017 di Restoran Plataran Menteng, Jakarta, Selasa (5/9/2017). Dok. Unilever


JAKARTA (Lampost.co) -- Menyambut hadirnya kembali Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2017 yang jatuh pada September ini, Pepsodent memberikan pemahaman kepada orang tua untuk bijak menyikapi tren camilan yang berisiko memunculkan permasalahan gigi berlubang pada anak.
Bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (Afdokgi) dalam BKGN 2017, Pepsodent mengajak keluarga Indonesia untuk memeriksakan kesehatan gigi serta menjaga asupan camilan yang bernutrisi dan bertekstur seimbang agar dapat merdeka dari gigi berlubang untuk senyum cemerlang.
Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc. Division Head for Health & Wellbeing Yayasan Unilever Indonesia saat memberikan penjelasan  pada media briefing Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2017 di Restoran  Plataran Menteng, Jakarta, Selasa (5/9/2017), menjelaskan terdapat indikasi peningkatan konsumsi camilan di negara Asia Pasifik seperti Indonesia sebesar 4% setiap tahunnya.
Cokelat, pastry, biskuit dan permen menjadi jenis camilan yang paling digemari anak-anak di Indonesia  ,yang hadir beragam dengan variasi yang menarik, mudah didapatkan, dan menjadi tren di masyarakat.
"Sedangkan camilan manis dan lengket yang dikonsumsi dengan frekuensi berlebih berisiko le,bih besar memunculkan permasalahan gigi berlubang pada anak," kata Ratu Mirah Afifah.
Mirah menjelaskan Pepsodent melihat maraknya pilihan ragam camilan yang digemari saat ini  banyak yang bersifat kariogenik yaitu berpotensi meningkatkan risiko gigi berlubang.
Untuk itu, Pepsoden melalui kampanye edukasi kesehatan gigi dan mulut, mengajak orang tua khususnya para Ibu untuk memerhatikan pemilihan camilan yang bernutrisi seimbang agar bermanfaat bagi pertumbuhan gigi yang sehat, kuat dan merdeka dari gigi berlubang.
Mengonsumsi camilan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat dan gula terutama yang lengket dapat menurunkan derajat keasaman mulut. Setelah konsumsi makanan yang manis derajat keasaman mulut turun hingga di bawah pH kritis 5,5 dalam  hitungan menit dan tetap rendah hingga satu jam setelahnya.
"Bila terjadi terus menerus kondisi ini menyebabkan hilangnya mineral (email) pada gigi dan mengakibatkan terjadinya gigi berlubang,” lanjutnya.
Menurut survei, 79% camilan dibeli dengan alasan memenuhi keinginan akan rasa dan tampilan, dan 65% dilakukan secara spontan karena ingin mencoba camilan baru.
Pakar gizi keluarga, Leona Victoria Djajadi, MND, memaparkan kehadiran ragam jajanan yang menarik dan mudah didapatkan saat ini mendorong masyarakat mengonsumsi camilan melebihi frekuensi yang dianjurkan. Snack atau camilan bergizi seimbang sebagai sumber makanan tambahan ideal dikonsumsi 2 – 3 kali sehari di antara makan utama agar pola makan terjaga dan kadar gula darah seimbang dan tetap aman bagi kesehatan gigi.
"Jika ingin memberikan camilan manis yang digemari anak-anak, sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan waktu makan utama,” papar Leona.
Untuk menyikapi camilan yang beragam, perlu adanya kesadaran untuk menyediakan jenis camilan sehat yang baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan gigi. Asupan camilan sehat yang dianjurkan harus tinggi serat dan mengandung kalsium, protein dan rendah gula. Leona menjelaskan susu dan hasil produknya seperti keju banyak mengandung kalsium dan fosfat  yang mampu mengembalikan mineral gigi yang hilang. Protein kasein yang ada dalam susu membentuk suatu lapisan tipis pada email gigi yang menghambat  pertumbuhan bakteri.
“Tekstur lembut dari ragam camilan yang marak dijumpai saat ini juga membuat anak kurang berlatih mengunyah, sebaliknya makanan yang berserat akan lebih lama dikunyah," katanya.
Gerakan mengunyah sangat menguntungkan bagi kesehatan gigi karena merangsang aliran kelenjar ludah yang merupakan pembersih alami rongga mulut dan menetralisasi keasaman di rongga mulut. “Lengkapi kebiasaan baik ini dengan rajin menyikat gigi minimal dua kali sehari dengan pasta gigi ber-flouride secara rutin pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur dan berkunjung ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali,” papar drg. Mirah menambahkan saat menginformasikan kehadiran BKGN 2017.
BKGN di tahun kedelapan ini akan hadir kembali sebagai bentuk dukungan Unilever agar keluarga Indonesia merdeka dari gigi berlubang. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan gigi secara gratis serta mendapatkan edukasi tentang kesehatan gigi di lebih dari 57 lokasi yang tersebar di beberapa kota besar dan kabupaten di Indonesia seperti Semarang, Surabaya, Makassar, Bandung, Palembang Bulukumba, Ogan Komering Ilir, Sorong, Kuantan Singingi. “Kegiatan yang rutin diadakan selama pelaksanaan BKGN antara lain pencabutan dan penambalan gigi yang tidak melibatkan perawatan syaraf gigi, pembersihan karang gigi, dan fissure sealant.
"Bekerja sama dengan para mitra, pelaksanaan tahun ini akan lebih menjangkau masyarakat pelosok daerah di Indonesia,” jelas Mirah.
Kegiatan BKGN sejalan dengan Unilever Sustainable Living Plan dalam mendorong 1 miliar orang di seluruh dunia untuk mengambil tindakan dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan termasuk kesehatan gigi dan mulut di Indonesia. Pepsodent melalui BKGN juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) No. 3 dan program pemerintah Menuju Indonesia Bebas Karies tahun 2030. Kegiatan tahunan ini juga menjadi wujud komitmen Pepsodent dalam menghadirkan senyum cemerlang yang merupakan identitas bangsa Indonesia.
“Semoga BKGN tahun ini dapat membantu lebih banyak lagi masyarakat Indonesia untuk merdeka dari gigi berlubang sehingga memiliki senyum cemerlang dengan gigi sehat, kuat, dan menjadi aset masa depan Indonesia yang lebih cerah,” kata Mirah.

 

Hesma Eryani








Berita Terkait



Komentar