#Covid-19lampung#BERITALAMPUNG#KESEHATAN

Penyintas Covid-19 Habiskan Biaya Perawatan hingga Puluhan Juta Rupiah

( kata)
Penyintas Covid-19 Habiskan Biaya Perawatan hingga Puluhan Juta Rupiah
Ilustrasi:Pixabay.com


Bandar Lampung (Lampost.co)-- Mantan pasien covid-19 atau penyintas Covid-19, IZ (48), mengaku menghabiskan biaya perawatan hingga puluhan juta rupiah, selama pemeriksaan di Rumah Sakit Graha Husada, Bandar Lampung. 

Dana puluhan juta rupiah yang dikeluarkan tersebut, baru biaya untuk mengetahui hasil apakah terpapar covid-19 atau tidak, selama 8 hari menjalani pemeriksaan di rumah sakit. 

IZ menceritakan pertama kali mengalami gejala virus korona seperti batuk kering, sesak napas, badan lemas dan gejala lainnya. Saat itu ia baru pulang dari Palembang dan Bandung. 

"Mengetahui gejala seperti itu, kemudian saya berobat ke Rumah Sakit Graha Husada. Di sana saya ditangani dokter spesialis, tapi semakin hari batuk saya semakin parah," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Selasa 27 Februari 2021.

Selanjutnya, pihak rumah sakit melakukan rontgen dan swab antigen dan hasilnya negatif. Sementara hasil rontgennya ada plek-plek di bagian paru-paru.

"Kemudian saya ingin di swab PCR, tapi saya sempat tanya dokter dulu berapa lama hasil swab PCR, lalu dokter bilang 2 hari dan maksimal 4 hari," kata dia. 

IZ pun sempat menanyakan kenapa selama menjalani perawatan pihak rumah sakit belum memberikan obat anti virus. Pihak rumah sakit berdalih karena belum ada hasil Swab PCR. 

"Di situ badan saya mulai drop, selama 8 hari dirawat saya tidak dikasih obat. Sehingga saya memilih pindah rumah sakit dan saya juga kecewa karena hasil swab PCR lama," terangnya. 

Ia juga menuturkan selama 8 hari menjalani perawatan di Rumah Sakit Graha Husada, ia telah mengeluarkan dana puluhan juta rupiah untuk fasilitas ruang VIP, makan, dan fasilitas lainnya.

"Selama 8 hari dirawat di Graha Husada sudah habis Rp27 juta. Itu saya bayar pakai duit pribadi, karena waktu itu saya belum masuk kategori covid. Soalnya saya kecewa hasil swab PCR-nya lama," ujarnya. 

IZ akhirnya memutuskan untuk pindah ke Rumah Sakit Hermina, lantaran pelayanan rumah sakit sebelumnya mengecewakan. Beberapa dokternya tidak menangani pasien secara maksimal. 

"Sesampainya di Rumah Sakit Hermina saya langsung dirontgen dan di kasih obat anti virus, selama saya dirawat terus saya dikasih obat inti bios dan hasil swab PCR sehari jadi dan hasilnya saya positif covid," katanya. 

Dia menambahkan selama 9 hari dirawat di Rumah Sakit Hermina ia mengaku mendapat fasilitas pelayanan kesehatan yang maksimal dari dokter maupun pihak rumah sakit. 

"Selama 9 hari di Rumah Sakit Hermina, biaya perawatan sampai Rp57 juta. Dan semua biayanya ditanggung pemerintah," ujar dia.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar