#lampung#danakelurahan

Penyerapan DK di 5 Kelurahan Lambar Capai Rp3 Miliar

( kata)
Penyerapan DK di 5 Kelurahan Lambar Capai Rp3 Miliar
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

LIWA (Lampost.co) -- Penyerapan dana kelurahan (DK) di Lampung Barat hingga Kamis, 24 Oktober 2019, telah mencapai Rp3 miliar lebih dari total pagu Rp4,326 miliar. Jumlah itu diserap oleh lima kelurahan.

Kabid Perbendaharaan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Lambar Ruliansyah mendampingi Kepala BPKD Daman Nasir, mengatakan dana kelurahan telah diserap lima kelurahan. Kelima kelurahan yang sudah menyerap Kelurahan Tugusari Rp656,612 juta dari total pagu Rp863,380 juta.

Kelurahan Sekincau terserap Rp271,790 juta dari total Rp884,980 juta. Kelurahan Fajarbulan Rp375,299 juta dari total Rp87,780 juta. Lalu Kelurahan Way Mengaku telah terserap Rp679,747 juta dari total Rp906,580 juta dan Pasar Liwa Rp564,107 juta dari total Rp793,380 juta.

Lurah Way Mengaku, Juwarsyah, mengatakan untuk kegiatan fisik dana kelurahan di wilayahnya sudah 100% telah dikerjakan. Kegiatan fisik dari APBD Rp228,182 juta dan untuk pemberdayaan Rp123 juta. Kemudian dari APBN untuk fisik Rp253,326 juta dan pemberdayaan Rp116,812 juta.

“Untuk kegiatan fisiknya sejak awal Oktober lalu sudah 100% terealisasi. Demikian juga untuk pemberdayaannya,” katanya.

Adapun kegiatan fisik yang dikerjakan dengan menggunakan dana yang bersumber dari APBD yaitu pembuatan jalan makam di Lingkungan Sukajadi 1. Kemudian pembuatan gorong-gorong buwis di Lingkungan Sukamakmur dan pembuatan jalan makam di Lingkungan Sukamaju.

Sementara kegiatan pemberdayaan untuk pembinaan sanggar seni dan budaya daerah, yaitu Sanggar Kilu Andan dan pembuatan seragam nyambai. Lalu ada juga kegiatan pengadaan buku bacaan dan lemari untuk taman baca di kantor kelurahan.

Sedangkan kegiatan fisik dana kelurahan yang bersumber dari APBN untuk pembuatan jalan menuju Masjid Nurhidayah dan pembuatan jalan lingkungan Sukamulya. Selain itu, pembuatan jalan di Gang Mawar Lingkungan Sukamulya.

Lalu kegiatan pemberdayaan adalah pembinaan kader posyandu serta pembuatan seragam kader posyandu dan pembinaan TP PKK dan pembuatan seragam TP PKK. Kemudian ada juga untuk kegiatan honor pengelolaan keuangan dana kelurahan dan pembinaan lembaga pemberdayaan masyarakat kelurahan (LPMK).

"Kalau untuk kegiatan fisik 100% telah dilaksanakan. Pemberdayaan juga telah dilaksanakan yang belum dilaksanakan tinggal kegiatan honor-honor petugas saja," katanya.

 

Eliyah



Berita Terkait



Komentar