novelbaswedan

Penyerang Novel Hanya Dituntut Setahun Kurungan

( kata)
Penyerang Novel Hanya Dituntut Setahun Kurungan
Dua terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Foto: ANT/Abdul Wahab


Jakarta (Lampost.co) --  Pelaku penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan hanya dituntut satu tahun kurungan. Keputusan tersebut dinilai menciderai keadilan. Anggota Komisi III DPR Habiburokhman mengatakan hukuman untuk kedua terdakwa yakni Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette, terlalu ringan.
 
"Tuntutan satu tahun kepada terdakwa penyiram air keras terhadap Novel Baswedan melukai rasa keadilan," kata dia di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2020.
 
Semestinya, lanjut dia, kedua terdakwa dituntut hukuman lebih berat. Hal itu, kata dia, tidak sebanding dengan penderitaan Novel yang mengalami kerusakan pada matanya seumur hidup.

Habiburokhman mengatakan tuntutan itu lebih ringan dari kasus serupa. Dia mencontohkan kasus di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar yang menuntut 3,5 tahun pada Maret 2019, serta kasus di PN Bengkulu dan PN Pekalongan yang masing-masing dituntut 10 tahun.
 
Politikus Partai Gerindra itu berharap hakim membuat keputusan yang adil berdasarkan fakta-fakta persidangan. Habiburokhman menyebut keputusan yang tidak adil bakal berdampak pada pemberantasan korupsi.
 
"Karena negara tidak bisa maksimal melakukan perlindungan terhadap aparat pemberantas korupsi," ujar Habiburokhman.
 
Terdakwa penyerang Novel, yakni Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette, dituntut hukuman satu tahun penjara. Keduanya dinilai terbukti terlibat dalam kasus penyiraman air keras.
 
"Telah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana bersama-sama untuk melakukan perbuatan penganiayaan dengan rencana terlebih dahulu yang mengakibatkan luka-luka berat," kata jaksa saat membacakan tuntutannya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
 
Keduanya dianggap melanggar Pasal 353 ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Hal-hal yang memberatkan tuntutan terdakwa yakni mencederai kehormatan institusi Polri. Sementara hal yang meringankan ialah terdakwa mengakui perbuatannya.

Medcom







Berita Terkait



Komentar