Koronaviruscoronadisinfektan

Penyemprotan Disinfektan Tak Disarankan ke Tubuh Manusia

( kata)
Penyemprotan Disinfektan Tak Disarankan ke Tubuh Manusia
Ilustrasi. Dok Lampost.co


KALIANDA (Lampost.co) -- Penyemprotan disinfektan dalam pencegahan penyebaran virus korona atau Covid-19 tidak disarankan ke tubuh manusia. Sebab, penyemprotan ke tubuh manusia bisa berdampak berbahaya.

Hal tersebut diungkapkan, Dokter UPTD Puskesmas Rawat Jalan Kecamatan Palas, Herman kepada lampost.co, Jumat, 3 April 2020. Menurutnya, cairan disinfektan atau bahan disinfektan campuran hanya untuk benda mati, bukan untuk makhluk hidup.

"Menurut WHO sangat tidak dianjurkan dan tidak disarankan penyemprotan disinfektan ke tubuh manusia. Sebab, cairan disinfektan hanya untuk benda mati. Bisa berbahaya kalau disemprotkan ke tubuh manusia," kata dia.

Menurut Herman, setiap tubuh manusia itu memiliki karakter yang berbeda-beda. Artinya, ada kulit manusia tahan dengam disinfektan dan ada pula yang tidak tahan, seperti iritasi, gatal-gatal serta melepuh.

"Yang ditakutkan enggak semua orang memiliki kulit tahan dengan cairan disinfektan. Apalagi ada campuran Wipol, Bayclean dan lainnya. Takutnya ada yang alergi, seperti gatal-gatal, iritasi dan melepuh. Belum kalau kena selaput mata," kata dia.

Herman mengatakan dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19 itu masyarakat lebih baik melakukan pencegahan dengan cara sering mencuci tangan pakai sabun, pakai masker dan jaga jarak dengan siapapun.

"Kementrian Kesehatan sudah menganjurkan untuk sering cuci tangan dengan sabun, pakai masker dan jaga jarak. Cukup dengan cara itu, Insyaallah kita terhindar dari Covid-19," kata dia.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Rawat Jalan Kecamatan Palas, Rosmeli mengatakan pihaknya tidak berani mengeluarkan statmen terkait cairan disinfektan. Sebab, hingga saat ini Kemenkes belum pernah mengeluarkan data resmi mengenai cairan disinfektan yang aman bagi tubuh manusia.

"Belum ada juga data yang resmi tentang disinfektan dari Kemenkes. Jadi, saya enggak berani buat statmen," kata dia belum lama ini.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Lampung Selatan Kristi Endarwati mengatakan dirinya tidak memahami terkait bahaya cairan disinfektan yang disemprot ke tubuh manusia. "Saya kurang paham untuk yang disemprot ke manusia. Lebih baik kita rajin cuci tangan dengan sabun, pakai masker dan jaga jarak," kata dia. 

Winarko







Berita Terkait



Komentar