#penyelundupansatwa#balaikarantina#beritalampung

Penyelundupan Seribuan Burung Langka Asal Jambi Digagalkan

( kata)
Penyelundupan Seribuan Burung Langka Asal Jambi Digagalkan
Petugas kepolisian dan Balai Karantina saat melakukan penyitaan seribuan burung langka asal Jambi. Lampost.co/Aan Kridolaksono

Kalianda (Lampost.co): Lagi-lagi penyelundupan seribuan burung langka tanpa dokumen asal Jambi tujuan Jakarta berhasil digagalkan petugas di pintu masuk Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni, Sabtu, 14 Desember 2019.

Pengiriman burung berbagai jenis sebanyak 1.182 ekor itu dikemas dalam 42 keranjang buah dan 17 kardus. Petugas langsung menyita barang bukti berikut mobil pengangkut jenis Toyota Innova B-1415-PON warna hitam. Pengemudi sekaligus pemilik burung Yonrizal, 35, terancam pidana penjara selama lima tahun dengan denda maksimal Rp100 juta. 

"Perbuatan pelaku melanggar Pasal 40 Ayat (2) Jo Pasal 21 Ayat (2) huruf (d) UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Alam Hayati dan Ekosistemnya," kata Kapolres Lampung Selatan AKBP Edi Purnomo didampingi Kepala KSKP Bakauheni AKP M. Indra Paramswara di mako KSKP Bakauheni, Sabtu, 14 Desember 2019.

Ribuan burung yang sebagian terbilang langka itu diantaranya kolibri ninja, kepodang, cucak ijo, cucak kacamata, poksai, serindit, jalak dan burung gelatik. Sedangkan jenis langka diantaranya jenis bdaneo, kinoi dan rambo.

"Untuk mengelabui petugas, pelaku juga sudah memodifikasi mobil. Selain mengubah plat kendaraan dari B-1086-SZM menjadi B-1415-PON," kata mantan Kapolres Mesuji itu.

Sementara pelaku Yontizal, warga Jambi mengaku mendapat burung-burung tersebut dari para pengepul di Jambi. Kemudian untuk mendapatkan keuntungan, ia akan menjual burung-burung tersebut ke Pasar Pramuka di Jakarta.

"Tiga tiga kali saya bisnis seperti ini, karena menguntungkan," ujarnya singkat.

Manager JAAN Elisabeth mengatakan keberhasilan pengungkapan penyelundupan burung tersebut bermula saat petugas KSKP Bakauheni bersama petugas Balai Karantina dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) melakukan pemeriksaan rutin terhadap kendaraan yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten melalui pelabuhan Bakauheni. 

Dia mengatakan pelaku pengiriman burung tanpa dokumen harus ditindak tegas, karena sejumlah burung merupakan satwa Sumatera yang langka. Selain itu pengiriman burung dari daerah tanpa kelengkapan dokumen dari Balai Karantina berpotensi menularkan penyakit. 

"Untuk nemberikan efek jera pelaku harus ditindak tegas," ujar pemerhati satwa tersebut.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar