#penyelundupanhewan

Penyelundupan Satwa Dilindungi Kembali Diungkap di Pelabuhan Bakauheni

( kata)
Penyelundupan Satwa Dilindungi Kembali Diungkap di Pelabuhan Bakauheni
KSKP Bakauheni kembali amankan satwaliar dilindungi tanpa dilengkapi dokumen, Kamis (16/92021). Istimewa


Kalianda (Lampost.co) -- Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni bersama BKSDA OPS Bakauheni kembali menggagalkan upaya penyelundupan 10 ekor satwa liar dilindungi di pintu masuk Seaport Interdiction  Pelabuhan Bakauheni.

Ke-10 satwa liar dilindungi tersebut yakni dua ekor siamang hitam, tiga burung elang brontok, tiga burung beo, dan  satu burung kapas tembak, yang diangkut bus Lorena dari Pekanbaru Riau tujuan Jakarta.

"Penyelundupan satwa dilindungi yang hampir punah keberadaanya di wilayah Sumatra itu berhasil digagalkan petugas saat melakukan pemeriksaan terhadap setiap kendaraan yang akan menyeberang ke Merak," kata Kepala KSKP Bakauheni AKP Ridho Rafika saat dihubungi, Kamis, 16 Setember 2021.

Satwa dilindungi berupa siamang dan berbagai jenis burung itu, ujar Ridho, diamankan di dalam bagasi bus penumpang Lorena jurusan Pekanbaru-Jakarta pada Rabu, 15 September 2021, malam.

"10 satwa liar dilindungi yang disimpan di dalam bagasi bus itu dikemas dalam 5 kardus," jelasnya.

Menurutnya pelaku yang mengangkut mengirim dan membawa karantina hewan, ikan dan tumbuhan tanpa izin dapat dijerat Pasal 31 UU RI No. 16 tahun 1992, sebab berdasarkan UU setiap hewan maupn Burung yang dibawa lintas pulau harus dilengkapi dengan dokumen resmi yang dipersyaratkan.

"Namun sopir bus mengaku tidak mengetahui secara pasti isi kelima kardus yang dibawa dari Pekanbaru tersebut. Dia (sopir) mengaku mendapat upah Rp1,5juta untuk dibawa sampai Jakarta," tandas AKP Ridho Rafika.

Selanjutnya satwa liar tersebut diserahkan ke BKP wilayah kerja Bakauheni dan BKSDA Pos Bakauheni untuk dilepasliarkan. Karena melihat kondisi satwa tersebut lemah, pihak BKSDA akan merawat terlebih dahulu sebelum dilepasliarkan.

"Setelah sehat baru kita lepasliarkan. Sementara awak bus Lorena masih menjalani pemeriksaan di kantor KSKP Bakauheni," kata Sahirul.

Winarko







Berita Terkait



Komentar