#penyelundupansatwa#jualbelisatwa#beritalamsel

Penyelundupan Ribuan Ekor Burung Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Bakauheni

( kata)
Penyelundupan Ribuan Ekor Burung Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Bakauheni
1.930 ekor burung berbagai jenis tanpa dilengkapi dokumen disita polisi di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni, sekitar pukul 23.00, Rabu, 22 Desember 2021. Istimewa


Kalianda (lampost.co) -- Sebanyak 1.930 ekor burung berbagai jenis tanpa dilengkapi dokumen disita polisi di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni, sekitar pukul 23.00, Rabu, 22 Desember 2021.


Penyelundupan itu diangkut dua truk tronton B 9224 UU dan B 9289 WF milik PT Anugrah Catur Putra Santoso dari Jalan Soekarno-Hatta, Palembang, Sumatra Selatan.

Penyelundupan itu diketahui petugas saat pemeriksaan rutin di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Petugas menemukan 30 keranjang plastik berisi berbagai macam burung yang dikemudikan Suwandi (41), warga Palembang.

Kemudian petugas mendapati lagi 26 keranjang plastik berisi berbagai jenis burung di truk tronton yang dikemudikan Ringga Ilham (31), warga Jakarta Timur.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Bakauheni, AKP Ridho Rafika, menjelaskan pihaknya mengamankan dua pengemudi truk yang mengangkut ribuan ekor burung tanpa dokumen.

"Kedua sopir kami mintai keterangan," kata Ridho, Kamis, 23 Desember 2021.

Berdasarkan keterangan kedua pengemudi, ribuan burung itu akan dibawa ke Bekasi, Jawa Barat, dengan upah Rp70 ribu per keranjang.

Atas tangkapan itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Balai Karantina dan BKSDA guna penyidikan lebih lanjut.

Ribuan ekor burung itu terdiri dari jenis ciblek, cocrok, glatik, jalak dan pleci. Atas penyelundupan itu, kedua pengemudi bisa dikenakan Pasal 88 Huruf a dan c UU RI No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar