#penyelundupanhewan#kriminal

Penyelundupan 3.726 Ekor Burung Ilegal ke Jawa Digagalkan

( kata)
Penyelundupan 3.726 Ekor Burung Ilegal ke Jawa Digagalkan
Kotak-kotak berisi burung yang akan diselundupkan ke Jawa menggunakan truk. Lampost.co/Salda


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tim gabungan Polda Lampung, Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Wilayah III Bengkulu dan Flight Protecting Indonesian Bird, menggagalkan penyelundupan 3.726 ekor burung dari berbagai jenis. 

Kabid Humas Polda Lampung, Zahwani Pandra Arsyad, mengatakan pengiriman satwa secara ilegal itu berdasarkan informasi masyarakat yang ditindaklanjuti dengan pengumpulan data dan keterangan di daerah Seputih Raman, Lampung Tengah, Senin, 21 Juni 2021.

"Ada dugaan aktifitas perdagangan ilegal pengiriman satwa liar ke Pulau Jawa. Lalu petugas gabungan mengintai truk BE 8732 GP," kata Pandra, Selasa, 22 Juni 2021.

Saat hendak diberhentikan, truk tersebut sempat tetap melaju, sehingga terjadi kejar-kejaran. Hingga akhirnya truk tersebut berhenti dan dilakukan penggeledahan. 

"Sat diperiksa ternyata ada 3.726 ekor burung dari 36 jenis burung dilindungi," kata dia.

Kendaraan tersebut dikendarai sopir berinisial BA (38) dan B (22), warga Lampung Tengah. Kedua saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih dalam.

Kasi BKSDA Wilayah III Bengkulu Lampung, Hipzon Jawahiri, mengatakan terdapat sembilan jenis burung yang dilindungi, yakni beo, cililin, cicadaun, cicadaun sayap biru, cicadaun besar, burung madu leher merah dan takur tutut. "Rata-rata mereka mengambil dari Jambi, Riau, Sumatera Barat dan lainnya," katanya. 

Direktur Komunikasi Flight Protecting Indonesian Bird, Nabila Fatma, mengatakan perburuan dan penyelundupan burung di Sumatera tidak ada habisnya. Hal itu disebabkan adanya permintaan pasar burung di Jawa. Hal itu yang seharusnya perlu dihentikan.

"Perburuan yang marak mengancam populasi dan ekosistem burung di Sumatera. Mengingat burung memiliki fungsi ekologi bagi ekosistem, seperti menyebarkan benih tanaman dan penyeimbang rantai makanan," ujarnya di kantor Seksi BKSDA Bengkulu Lampung.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar