#penyelundupan#penyelundupanburung

Penyelundupan 1.545 Burung lewat Jasa Travel Digagalkan di Bakauheni

( kata)
Penyelundupan 1.545 Burung lewat Jasa <i>Travel</i> Digagalkan di Bakauheni
Tim Gabungan Seksi Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu, Polsek KSKP Bakauheni, dan Flight Protecting Indonesia Birds menggagalkan penyelundupan 1.545 burung di Pelabuhan Bakauheni.Dok.

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tim Gabungan Seksi Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu, Polsek KSKP Bakauheni, dan Flight Protecting Indonesia Birds menggagalkan penyelundupan 1.545 burung berbagai jenis di Pelabuhan Bakauheni, Jumat, 24 Juli 2020. Ribuan burung tersebut hendak diselundupkan travel gelap BE-1495-CV yang dikendarai dua orang.

"Dua orang yang diamankan sebagai kurir dari travel. Kami akan koordinasi dengan gakkum untuk diproses," ujar Kepala SKW III BKSDA Bengkulu Lampung, Hifzon Zawahiri, Jumat, 24 Juli 2020.

Dari penyelidikan sementara, diduga burung tersebut ditampung terlebih dahulu di suatu tempat di Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, sebelum diberangkatkan ke Pulau Jawa. Tim gabungan masih mendalami pemilik burung tersebut dan tempat penampungannya.

Burung-burung tersebut berasal dari Jambi, Sumatera Barat, Riau, dan Sumatera Selatan. Dua jenis burung yang disita termasuk satwa dilindungi, yakni cicadaun kecil dan serindit melayu, sedangkan lainnya burung yang disita tidak memiliki dokumen. "Ada modus baru, sekarang enggak langsung dibawa, tapi ditampung dulu, melihat situasi aman baru dibawa," katanya.

Selain itu, di hari yang sama dilepasliarkan ribuan burung dari hasil penyitaan pada 18, 20, 22 Juli 2020 dengan total 1.657 ditambah burung yang diamankan pada 24 Juli 2020 tersebut.

"Burung yang tidak dilindungi akan kami lepas liarkan langsung, sedangkan yang dilindungi nanti kami rehabilitasi dulu karena memerlukan prosedur terlebih dahulu, dan kajian wilayah untuk pelepasan di TNBBS," katanya.

Sementara, Direktur Komunikasi Flight Protecting Indonesia Birds, Nabila Fatma, mengatakan penyelundupan burung dari Sumatera ke Jawa meningkat tajam setelah pelonggaran PSBB akibat tingginya permintaan pasar. Ini tentu mengancam populasi burung liar Sumatera.

Pada masa pandemi Covid-19, petugas sangat ketat membatasi lalu lintas kendaraan dan barang sehingga mempersulit upaya penyelundupan. Akibatnya, rantai pasokan burung liar ilegal terputus.

"Sekarang setelah PSBB dilonggarkan, permintaan akan burung liar tinggi dan menyebabkan tingginya angka penyelundupan. Sejak 2018, penyelundupan lebih dari 100 ribu burung Sumatera ke Jawa berhasil digagalkan petugas," katanya.

Informasi yang didapat Lampost.co penyelundupan burung oleh dua pelaku menggunakan travel sudah sering dilakukan. Sekali membawa burung ke Pulau Jawa, upah para kurir tersebut mencapai Rp7,5 juta.
Namun salah satu pelaku bernama Pandi berdalih baru pertama kali membawa ribuan burung ke Pulau Jawa. "Baru satu kali, ini juga dapat operan dari kawan travel, mau dibawa ke Jakarta. Saya dijanjiin Rp2,5 juta, itu juga belum dibayar," ujarnya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar