#bandarlampung#lampung#KPK

Penyegelan Tegal Mas Diharapkan Jadi Pintu Masuk KPK Usut Wisata "Bandel" di Lampung

( kata)
Penyegelan Tegal Mas Diharapkan Jadi Pintu Masuk KPK Usut Wisata
Yusdianto saat bersama Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Dok Pribadi

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pengamat Hukum Unila Yusdianto menilai upaya penyegelan wisata Tegal Mas yang tak memiliki izin dan banyak melanggar aturan, merupakan progres dari penegakan hukum tanpa pandang bulu.

Menurut kandidat doktor tersebut, upaya penyegelan menjadi pintu masuk KPK untuk mengkoreksi dan mengevaluasi seluruh wisata di Lampung.

Tanpa maksud menghambat perkembangan pariwisata tentunya pengusaha harus taat.

"Bisa saja banyak usaha wisata gelap, tanpa izin, merusak alam, enggak bayar pajak, ini kan Lampung dirugikan dari sektor PAD, maupun kerusakan alam, jangan mentang-mentang dekat sama pejabat atau petinggi, tapi enggak mau taat hukum, KPK bisa kroscek lagi wisata yang lain di Lampung, yang bandel," ujarnya Selasa (5/8/2019).

Menurut Yusdianto, aparat penegak hukum atau KPK, jika menemukan ada aturan pidana yang dilanggar, jangan hanya memberikan teguran, atau penertiban. Harus juga ada unsur pidana, apalagi jika banyak undang-undang yang dilanggar.

"Biar ada efek jera, biar semua pengusaha dan warga memajukan pariwisata di Lampung," katanya.

Sementara Penanggung jawab Tegal mas Thomas Aziz Riska belum bisa dikonfirmasi soal penyegelan wisata tempatnya.

Sebelumnya ponselnya dalam keadaan aktif, ketika menjawab ternyata bukan Thomas yang mengangkat. "Ini dari keponakannya, beliau sedang ad pertemuan di pulau," katanya.

Beberapa waktu kemudian lampost.co mencoba kembali mengkonfirmasi, namun panggilan ditolak, pesan whatsapp pun hanya dibaca saja.

Asrul Septian Malik

Berita Terkait

Komentar