#persidangan#uuite#beritalampung

Penyebar Video Porno di Sosmed Didakwa Dua Pasal

( kata)
Penyebar Video Porno di Sosmed Didakwa Dua Pasal
Ilustrasi. Foto: Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): AZ (18) warga Jalan Yos Sudarso, Garuntang, Kecamatan Bumiwaras, Bandar Lampung, didakwa dua pasal sekaligus tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, lantaran menyebarkan video pornografi di akun sosial media (sosmed) yang dibuatnya. Hal ini terungkap dalam sidang yang digelar secara online di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa, 28 April 2020.

Jaksa Penuntut Umum Kejati Lampung Roosman Yusa dalam surat dakwaanya mengatakan perbuatan terdakwa diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 51 ayat (1) Jo Pasal 35 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi danTransaksi Elektronik.

Atau kedua perbuatannya, terdakwa diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Bahwa pada Senin, 13 Januari 2020 dirumah terdakwa dengan menggunakan ponsel merek Oppo A83 membuat akun Facebook dengan nama Mirela Mirela dan menuliskan kalimat 'alumni SMKN 4bdl' dan 'mycubby agungirwandi'.

Di kedua akun tersebut, terdakwa telah mengunggah video hubungan seksual berdurasi 30 detik antara saksi korban CTY bersama saksi AG. Namun, saat setelah terdakwa mengunggah video tersebut dihapus oleh pihak Facebook  dan Instagram karena melanggar konten kesusilaan.

"Setelah itu terdakwa telah mengunggah dalam bentuk tangkapan layar video saksi korban CTY bersama AG sedang berhubungan seksual di profile picture akun Facebook dengan nama Mirela Mirela dan akun Instagram dengan nama Mirela.2702.

"Terdakwa mengunggah foto-foto pribadi saksi korban dengan cara mengcopy dari Facebook asli milik korban," kata Jaksa.

Setelah terdakwa menghapus foto-foto tersebut dari kedua akun tersebut, namun foto dan video saksi korban CTY telah tersebar dan diketahui oleh teman-teman saksi korban yang dapat dilihat serta diakses orang banyak.

Korban menerima direct messenger (DM) dari rekannya terdapat foto dan hasi screenshoot video yang terdapat dua orang yang melakukan perbuatan yang melanggar asusila. Kemudian saksi korban mengecek akun tersebut dengan akun milik saksi korban. Namun setelah melihat akun Instagram tersebut, saksi korban tidak menemukan adanya postingan yang dimaksud.

Atas peristiwa tersebut saksi korban melaporkannya ke Polda Lampung, kemudian dari hasil pemeriksaan penyidik didapatkan pemilik serta yang menguasai akun media sosial Facebook dengan user name 'mirela mirela' dan akun media sosial Instagram dengan user name 'mirela.2702' adalah terdakwa AZ.

Bahwa perbuatan terdakwa mengakibatkan saksi korban merasa sangat terhina, malu, dan nama baik saksi korban tercoreng.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar