#uuite#persidangan#beritalampung#pornografi

Penyebar Foto Bugil Siswi SMP Pesawaran Didakwa UU ITE

( kata)
Penyebar Foto Bugil Siswi SMP Pesawaran Didakwa UU ITE
Terdakwa saat digiring usai menjalani sidang. (Lampost.co/Febi Herumanika)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Eko Kartindo (20) warga Banjarsari, Dusun Suka Bandung, Desa Banjarnegeri, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran didakwa melanggar Pasal 45 Ayat (1) jo Pasal 27 Ayat (1) jo Pasal 52 Ayat (1) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, atas penyebaran foto bugil salah satu siswa SMP di Kabupaten Pesawaran.

Jaksa Penuntut Umum pada Kejari Lampung, Rivaldo Valini mengatakan terdakwa didakwa bersalah atas perbuatan menyebarkan beberapa foto bugil salah seorang murid SMP di Kabupaten Pesawaran.

Kata JPU Rivaldo, perbuatan terdakwa dilakukan sekitar bulan Juli 2018 Awalnya terdakwa berkenalan dengan korban SH melalui akun Facebook, selang beberapa waktu mereka menjalin hubungan yakni pacaran.

Lalu setelah terdakwa dan korban menjalin hubungan, terdakwa membuat akun Facebook palsu atas nama Habi, dengan dalih bahwa terdakwa memiliki hutang terhadap akun Facebook tersebut dan meraup keuntungan dari korban.

"Setelah akun Facebook palsu dibuat, korban dihubungi dengan berpura-pura menjadi orang lain, terdakwa memberikan keterangan terhadap korban bahwa pacar korban yakni terdakwa sendiri memiliki hutang dan meminta hutang tersebut dilunasi," kata Jaksa.

Atas permintaan itu korban tidak dapat menuruti permintaan tersebut dengan alasan tidak memiliki uang. Hingga akhirnya terdakwa sepakat dengan korban untuk berjumpa.

Setelah berjumpa terdakwa mengancam korban akan menghamili dirinya jika tidak melunasi hutang tersebut, tedakwa pun memberikan pilihan terhadap korban untuk mengirim foto telanjang korban dengan kesepakatan foto tersebut tidak akan tersebar asalkan korban bersedia untuk memberikan pulsa setiap satu hari sebesar Rp5 ribu.

"Setelah adanya kesepakatan, terdakwa melanggar hal itu dengan mengirim foto telanjang itu terhadap rekan sekolah korban hingga foto-foto itu diketahui oleh pihak sekolah dan korban pun mengalami tekanan psikologi atas insiden itu," kata Jaksa.

Setelah mendengarkan dakwaan JPU Hakim Ketua Syahri Adamy menunda persidangan hingga pekan depan.

Usai sidang tertutup itu digelar, terdakwa Eko Kartindo mengaku bahwa dirinya tidak merasakan penyesalan. "Enggak. Saya juga enggak sayang sama dia," singkatnya sembari berjalan menuju sel tahanan.

Febi Herumanika







Berita Terkait



Komentar