#pencemaran#limbah#lamsel#beritalampung#campangtiga

Penyebab Perubahan Warna Air Way Campang Tiga Masih Misterius

( kata)
Penyebab Perubahan Warna Air Way Campang Tiga Masih Misterius
Camat Sidomulyo Eko Irawan tunjukkan perubahan warna di muara sungai yang terdapat di hulu. (Foto:dok camat Sidomulyo)

KALIANDA (Lampost.co)--Hingga hari kelima, penyebab berubahnya warna air Way Campang Tiga, di Desa Talangbaru, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, menjadi hijauh masih belum bisa dipastikan. 
Camat Sidomulyo, Eko Irawan mengatakan jika pihaknya mendamping tim dari Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Lampung Selatan, turun ke lokasi Way Campang Tiga. "Tadi kami turun mengecek aliran Way Campang Tiga," kata dia, saat dihubungi Lampost.co, Kamis (26/7/2018). 

Dijelaskannya dari penelusuran aliran hulu sungai tersebut, terdapat beberapa hal yang mencurigakan jika Way Campang Tiga tercemar. 
"Ini penglihatan kasat mata, pada saat meneluri terdapat kecurigaan jika penyebabnya tercemar limbah," ujarnya. 
Eko menerangkan di hulu sungai terdapat muara atau sungai bercabang, dari satu aliran air tampak bening, sedangkan aliran lainny berwarna hijau. 
"Di muara itu terlihat jelas perbedaan antara aliran sungai yang tercemar dan tidak, tapi itu baru sebatas penglihatan mata telanjang saja," ujarnya. 
Sedangkan menurut keterangan tim BLHD Lampung Selatan, kata dia, akan melaporkan hasil penelusuran sungai kepada pimpinan mereka. 
"Mereka melaporkan ke pimpinan terlebih dahulu, baru setelah itu di tindak lanjuti," ujarnya.
Masyarakat sekitar sangat khawatir dan takut dengan perubahan warna air sungai yang sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir akan berdampak kepada kesehatan dan tanaman milik mereka. "Apapun bentuknya, masyarakat sangat takut dengan kejadian ini," katanya. 
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Lampost.co, dihulu sungai yang melalui tiga desa di kecamatan Sidomulyo dan beberapa desa di Kecamatan Katibu g terdapat tiga pabrik meliputi, batu, sabun dan kecap. Perubahan warna aliran Way Campang Tiga disebabkan salah satu pabrik yang berada di hulu sungai.

Perdhana Wibysono



Berita Terkait



Komentar