#Ruangterbukahijau#RTH

Penyebab Menyusutnya Ruang Terbuka Hijau di Bandar Lampung

( kata)
Penyebab Menyusutnya Ruang Terbuka Hijau di Bandar Lampung
Taman Gajah di Enggal, Bandar Lampung. Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Bandar Lampung mengklaim penyusutan ruang terbuka hijau (RTH) karena ada perubahan wilayah.


Kepala Disperkim Yustam Efendi menjelaskan, dalam aturan terbaru pemerintah pusat mengeluarkan area sawah dari bagian RTH. Hal tersebut membuat RTH Bandar Lampung berkurang dari 11,08 persen menjadi 4,7 persen.

Baca juga: Bandar Lampung Bakal Tambah RTH

"Kondisi RTH Bandar Lampung 4,7 persen diharapkan sampai 2041 terpenuhi 20 persen," kata dia, Kamis, 13 Januari 2021.

Untuk meningkatkan luasan RTH, Bandar Lampung telah melakukan upaya bekerjasama dengan pengembang untuk menyediakan 10 persen area untuk RTH. Kemudian kerjasama juga dilakukan kepada sejumlah perguruan tinggi untuk menjaga wilayah terbuka hijau.

Kemudian, terkait ada perluasan perumahan dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang rencana RTRW 2022-2041 di wilayah hutan lindung, ia mengaku telah melakukan kajian dan koordinasi dengan kementerian kehutanan.

Menurutnya, perluasan area pemukiman yang dimaksud bukan pemukiman yang dikelola pengembang atau pemerintah. Tetapi, lanjutnya, di area yang masuk Kecamatan Panjang itu telah banyak penduduk yang tinggal dari sebelum penetapan area sebagai hutan lindung.

"Bukan pemukiman yang dikelola oleh pengembang ataupun pemerintah, tapi dibangun secara tradisional oleh masyarakat," jelasnya.

Winarko








Berita Terkait



Komentar