#Kebakaran#Karhutla#Way-Kanan

Penyebab Lahan Terbakar di Kampung Banjarmasin Masih Gelap

( kata)
Penyebab Lahan Terbakar di Kampung Banjarmasin Masih Gelap
Kebakaran lahan di Kampung Banjarmasin, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan terjadi, Kamis, 7 November 2019. (Foto: Dok Polres Way Kanan)

Way Kanan (Lampost.co) – Aparat TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tanggulangi kebakaran lahan di Kampung Banjar Masin, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan. Hingga Jumat, 8 November 2019, penyebab kebakaran tersebut belum bisa dipastikan.

Kapolres Way Kanan AKBP Andy Siswantoro melalui Kapolsek Baradatu Kompol Sarial Efendi, Jumat, 8 November 2019 menjelaskan, petugas mendapat informasi kebakaran lahan pada Kamis, 07 November 2019, sekitar pukul 16.00. Lokasi kebakaran tepatnya di pinggir Jalan Lintas Tengah Sumatera, Kampung Banjar Masin, Way Kanan.

Petugas Polsek Baradatu bersama Polres Way Kanan, Koramil Baradatu dan BPBD Kabupaten Way Kanan pun tiba dilokasi kebakaran untuk memadamkan titik api. Tindakan cepat dilakukan guna mengantisipasi api merambat menjadi besar ke kebun milik warga lain,

“Akibat kebakaran tersebut sempat terjadi kemacetan selama 20 menit akibat tiga rumpun pohon bambu yang jatuh di badan jalan Jalinsum Kampung Banjar Masin karena terbakar. Setelah dilakukan pengamanan dan pengaturan arus lalin sudah lancar kembali,” ujarnya.

Ia mengatakan penyebab kebakaran yang melanda lahan seluas 1 hektar, milik Mursalin (47) warga Kampung Banjar Masin ini, belum bisa dipastikan. Untuk sementara diduga api berasal dari puntung rokok.

Dalam kegiatan pemadaman yang dilakukan petugas TNI – Polri bersama BPBD Kabupaten Way Kanan turut dibantu masyarakat dengan cara menyiramkan air ke titik api dan cara manual lainnya.

Pihaknya berharap kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apapun saat musim kering atau kemarau sehingga tidak ada lagi kejadian serupa.

"Kita akan terus melakukan patroli untuk memantau titik tertentu guna memastikan tidak ada lagi titik api di lahan milik masyarakat,” ungkapnya.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar