#Kesehatan#VirusKorona

Penyebab Kasus Positif Korona di Indonesia Terus Meroket

( kata)
Penyebab Kasus Positif Korona di Indonesia Terus Meroket
Ilustrasi/Medcom.id

Jakarta: Jumlah pasien positif korona (covid-19) di Indonesia meroket selama empat hari terakhir. Total kasus positif mencapai 22.271 orang per Minggu, 24 Mei 2020.

Adapun penambahan pesat dimulai pada 21 Mei 2020. Jumlah pasien positif mencapai 973 orang dalam satu hari.

"Ini luar biasa dan peningkatan nilai yang tertinggi," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona Achmad Yurianto di Graha BNPB, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2020.

Berikut adalah rincian penambahan pasien korona:

1. Tambahan pasien positif korona konsisten di atas 500 kasus

Penambahan kasus positif korona selalu di atas 500 orang sejak Kamis, 21 Mei 2020. Yurianto menyebut, jumlah pasien bertambah 634 orang pada Jumat, 22 Mei 2020.

"Total kasus positif hari ini menjadi 20.796 kasus. Sementara pasien meninggal menjadi 1.326 pasien," kata Yurianto, Jumat, 22 Mei 2020.

Pasien positif korona bertambah 949 orang pada Sabtu, 23 Mei 2020. Total kasus yakni mencapai 21.745 orang terpapar korona. Sementara pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 192 orang menjadi 5.249 orang.

Jumlah pasien positif korona sempat melandai pada Minggu, 24 Mei 2020. Pemerintah mengumumkan 526 kasus baru saat Idulfitri 1441 Hijriah.

Jubir Yurianto menyebut temuan peningkatan kasus merupakan hasil pemeriksaan dari 248.555 spesimen. Pemeriksaan dilakukan melalui metode real time polymerase chain reaction (RT-PCR) dan tes cepat molekular (TCM).

2. Pemerintah daerah menggencarkan tes korona

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menguji 124.076 sampel terkait virus korona per Kamis, 21 Mei 2020. Pengujian dilakukan dengan metode RT-PCR. Sampel tersebut berasal dari 2.313 orang.

Pemprov DKI telah meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode RT-PCR dengan membangun Laboratorium Satelit Covid-19 di sebagian lahan RSUD Pasar Minggu, Jakarta Timur. Pemprov juga membangun jejaring dengan 36 laboratorium pemeriksa covid-19 di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya.

Selain menguji sampel, Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga melakukan 115.042 tes deteksi cepat (rapid test) korona pada Minggu, 24 Mei 2020. Sebanyak 4 persen atau 4.421 orang dinyatakan positif.

Kasus positif covid-19 di Jakarta mencapai 6.561 orang per Minggu, 24 Mei 2020. Sebanyak 1.592 orang sembuh dan 505 orang meninggal.

Jawa Timur menjadi penyumbang terbesar penambahan kasus positif korona belakangan. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut salah satu penyebab adalah rapid test (tes cepat) massal di Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, Gresik).

Khofifah mengatakan, Tim Gugus Tugas Covid-19 Jatim telah melakukan 25.610 tes cepat di Surabaya Raya. Hasilnya, sebanyak 1.992 peserta tes dinyatakan positif per Sabtu, 23 Mei 2020.

3.Penyebab meroketnya kasus positif korona

Asumsi soal penambahan jumlah kasus diungkap Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Hamam Hadi. Menutur Hamam, hal tersebut karena longgarnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Tidak dimungkiri bahwa PSBB itu longgar, saya katakan bukan pelonggaran ya, tapi longgar. Dan longgarnya PSBB itu telah memicu lonjakan kasus covid-19," kata dia melansir Antara, Minggu, 24 Mei 2020.

Peningkatkan kasus positif korona disebut karena berbagai faktor. Misalnya ketersediaan alat tes dan meningkatnya kesadaran masyarakat mengikuti uji kesehatan.

"Jumlahnya besar karena peningkatan melakukan orang ngetes kesadaran dirinya untuk rapid test," tutur Anggota Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19 DPR Arteria Dahlan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2020.

 

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar